Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tim Catur DIY Petakan Kekuatan Lawan Jelang Babak Kualifikasi PON

Rizky Wahyu Arya Hutama • Jumat, 13 Oktober 2023 | 15:08 WIB
SKAK: Tim BK PON catur DIY saat menjalani latihan di program puslatda. (Dok Istimewa)
SKAK: Tim BK PON catur DIY saat menjalani latihan di program puslatda. (Dok Istimewa)
 
 
JOGJA - Jelang babak kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON), tim catur DIY mulai memetakan lawan-lawannya di Ros In Hotel 14-16 Oktober mendatang.
 
Sejumlah pecatur papan atas Indonesia yang bergelar grand master (GM) akan ikut serta pada ajang penentuan tiket keikutsertaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang. Ini membuat persaingan dalam kompetisi akan semakin ketat.
 
 
Manajer Tim Catur DIY Iwan Prihastomo menjelaskan, saat ini pihaknya masih mempelajari nama-nama pecatur yang sudah masuk dan akan bertanding di ajang BK PON mendatang.
 
Hal tersebut dilakukan karena belum ada kepastian dari daftar nama-nama pecatur yang sudah didaftarkan oleh masing-masing daerah. Terutama, kepastian siapa saja yang akan turun di nomor perorangan dan beregu.
 
 
"Karena memang hal itu baru akan diketahui saat pertemuan teknik pada Jumat (13/10) malam besok. Walaupun demikian, dari nama-nama yang sudah masuk, kekuatan masing-masing daerah sangat kuat," ujarnya (12/10).
 
Menurut Iwan, berdasar pengalaman di ajang serupa sebelumnya biasanya pecatur di nomor satu dalam daftar atlet akan turun di nomor perorangan. Atlet tersbut adalah MN M Kahfi Maulana.
 
 
Kendati demikian, Iwan mengaku persaingan di nomor perorangan akan sangat berat bagi DIY. Pasalnya, dari lima daerah lain yang turun di BK PON Zona Jawa ini, ada dua daerah menempatkan pecatur dengan gelar GM di nomor satu daftar atlet yang diajukan ke PB Percasi. 
 
Keduanya yakni GM Susanto Megaranto dari Jawa Barat dan GM Novendra Priasmoro asal DKI Jakarta.
 
Selain dua pecatur bergelar GM, ada juga satu pecatur bergelar Internasional Master (IM) yaitu IM Danny Yuswanto (Banten), FIDE Master (FM) Catur Adi Sagita (Jatim), dan Master Nasional (MN) Sofyan Soamole (Jateng).
 
 
"Kalau GM Susanto memang berat peluang kita. Tapi kalau GM Novendra, Kahfi ini pernah menang dan pernah kalah. Jadi, masih sama-sama berpeluang. Begitu Juga IM Danny Yuswanto yang selama ini banyak turun di nomor veteran, semoga saja dengan semangat anak muda, Kahfi bisa melewati BK PON ini dan lolos PON. Kalaupun tidak langsung, ya semoga bisa masuk ke play off seperti saat lolos ke PON Papua lalu," ungkap Iwan.
 
Sementara itu, terkait peluang untuk nomor beregu, menurut Iwan, tetap terbuka. Meski, persaingan antardaerah sangat ketat di BK PON kali ini.
 
Hal ini dapat dilihat dengan turunnya pecatur-pecatur bergelar internasional di masing-masing daerah. 
 
 
Tercatat, dari Jabar ada enam pecatur dan semua bergelar level internasional DKI Jakarta ada enam pecatur dengan ada lima yang bergelar level internasional.
 
Jatim ada empat pecatur yang bergelar level internasional. Banten hanya ada satu pecatur yakni Danny Yuswanto.
 
Sedangkan tim DIY mengandalkan dua pecatur bergelar Master Nasional. Jateng hanya ada satu pecatur yang bergelar Master Nasional.
 
 
Untuk persiapan, Iwan mengaku saat ini semua pecatur dari DIY dalam kondisi siap tanding. Mereka semua sudah menjalani program puslatda rutin untuk persiapan tampil di BK PON ini. 
 
"Kemarin pecatur muda andalan DIY, Kenny juga baru saja pulang dari Program Pelatnas The Dream Team Reborn. Jadi, dia semakin siap," tandasnya. (ayu)
 
Editor : Amin Surachmad
#pekan olahraga nasional #catur #babak kualifikasi