Dia menyatakan para pemain sangat mendukung program latihan yang telah dirancang tim pelatih. Menurutnya, Kim Kurniawan dan kolega perlahan sudah memahami taktik yang diberikan. "Para pemain juga sangat mudah memahami materi latihan yang kami berikan dan memiliki kegairahan untuk berkembang menjadi lebih bagus lagi,” ungkapnya.
Pada laga uji coba ini, PSS berhasil mengakhiri uji tanding perdananya dengan skor 14-0. Laga ini menjadi yang kedua dilakoni Hokky Caraka dan kolega setelah melakoni laga internal pada Selasa (31/5) silam,
Pada uji coba menghadapi AMS ini, PSS Sleman memainkan dua tim yang berbeda di setiap babak. Pada babak pertama, Marian Mihail memainkan tim A lalu di babak kedua memainkan tim B. Pada babak pertama, PSS memainkan komposisi utama, yakni 4-4-3. Di babak kedua memainkan 4-4-2 karena kehilangan beberapa pemain yang sedang sakit. “Untungnya PSS memiliki dua striker muda yaitu Hokky dan Saddam. Saya sangat senang karena bisa memainkan formasi permainan yang berbeda,” katanya.
Mengomentari kemenangan besar di uji tanding, Mihail mengaku senang karena para pemainnya mencetak banyak gol yang bisa membuat kepercayaan diri meningkat. “Kami butuh menciptakan gol untuk memastikan kami berada di jalur yang benar. Saya senang dengan penampilan para pemain di uji tanding ini,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan, sesi uji tanding berjalan dengan baik. Anak asuhnya juga mendapatkan dua hal yang diinginkan. Pertama, sebagai latihan kebugaran pemain melalui aktivitas pertandingan sepak bola. Yang tentu saja berbeda dengan latihan kebugaran pada umumnya. "Kemudian dari uji tanding ini tidak ada yang mengalami cedera dan kedua tim bermain bagus selama 45 menit,” jelasnya.
Pada uji tanding ini, Mihail menginstruksikan para pemainnya bermain lebih menyerang dan menekan kepada tim lawan. Menurutnya, hal ini dilakukan para pemainnya karena menghadapi tim yang levelnya masih berada di bawah PSS.
Selain itu, pelatih 65 tahun ini menyatakan, tim lawan membiarkan tim besutannya bermain menekan. Namun ketika menghadapi tim yang lebih kuat, timnya tentu harus lebih waspada dan penuh perhitungan. Bisa saja penggawa Laskar Sembada melakukan hal sebaliknya, membiarkan tim lawan menekan. "Semua tergantung siapa yang kami hadapi," ucapnya.(tyo/din/sat) Editor : Editor Content