Kei memang baru pertama kali merumput di Indonesia. Penyerang sayap itu sebelumnya bermain untuk Sirens FC, klub kasta tertinggi Liga Malta. Wajar saja bila pengalaman pertama ini membuatnya sedikit gugup. Namun, hal tersebut justru membuatnya termotivasi untuk bekerja lebih keras.
Beruntung lingkungan yang baru menerima kehadirannya dengan baik. Pemain bernomor punggung tujuh di PSS ini pun tidak mengalami kesulitan beradaptasi dengan koleganya. “Hal inilah yang membuat saya termotivasi dan lebih bersemangat merasakan atmosfer sepak bola Indonesia,” ujar Sano, Kamis (1/6).
Pemain kelahiran 3 April 1992 ini bersyukur situasi tim mendukung dirinya. Sejauh ini proses adaptasinya sangat baik karena rekan satu tim sangat bersahabat. Situasi dan kondisi di tim PSS juga menurutnya sangat bagus. “Staf pelatih juga menerima baik kehadiran saya di sini,” tuturnya.
Mengenai perkenalannya dengan PSS, Sano mengaku mengetahui tim berjuluk Super Elja itu melalui agennya. Dia pun lalu menambah informasi melalui pencarian via internet. Hal pertama yang dia lihat dari PSS adalah dukungan besar dari suporter fanatiknya. Menurutnya, hal itu sesuatu yang luar biasa serta mimpi bagi para pemain sepak bola. Bisa bermain di stadion yang besar dan ditonton ribuan suporter. “Ini sesuatu yang menarik dan bagus buat saya,” imbuhnya.
Sebagai pemain sepak bola profesional, Sano sadar dirinya bekerja dengan beban target serta tujuan yang harus dicapai. Soal ini, dia menyatakan siap bekerja keras untuk meraihnya. Kedatangannya di skuad Laskar Sembada diharapkan bisa mendongkrak performa tim dan memberi prestasi. Jalan untuk mewujudkannya tentu saja dengan berjuang keras meraih kemenangan di setiap pertandingan. “Itu adalah hal yang paling penting kita lakukan untuk meraih tujuan,” tegasnya. (tyo/din) Editor : Editor Content