Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Asprov PSSI DIJ Pilih Ketum

Editor Content • Jumat, 3 Maret 2023 | 16:35 WIB
Pembajoen Setyaningastuti. (wida atika/radar jogja)
Pembajoen Setyaningastuti. (wida atika/radar jogja)
RADAR JOGJA - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) bersiap menggelar Kongres Biasa pada 6 Mei 2023 mendatang. Pada kongres tersebut nantinya akan digelar pemilihan ketua umum dan pengurus baru Asprov DIJ. Itu sesusai dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2019-2023.

Ketua Umum Asprov PSSI DIJ Ahmad Syauqi Soeratno mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat exco. Sementara hasilnya telah disampaikan ke voters serta anggota Asprov DIJ. Tahapan-tahapan sebelum kongres sendiri akan dilanjutkan oleh Komite Pemilihan yang telah dibentuk sejak Kongres Biasa di Gunungkidul, Juli 2022 lalu.

Syauqi menjelaskan, kongres tersebut seharusnya digelar 24 Maret 2023. Sebab kongres pemilihan sebelumnya digelar pada 24 Maret 2019. Namun, 24 Maret 2023 ada di bulan puasa. Akhirnya dipilihlah hari Sabtu terdekat setelah Syawal. Pihaknya sudah bersurat ke PSSI pusat, beberapa hari ini sudah turun rekomendasinya untuk di tanggal itu. “Tempat akan menyusul kemudian," kata Syauqi kepada wartawan di Sidokarto, Godean, Sleman, kemarin (2/3).

Syauqi membeberkan, kepengurusannya yang telah usai sudah melaksanakan program-program yang disusun. Satu di antaranya menggerakkan kembali roda organisasi setelah dibekukan. Sebelum akhirnya Kongres Luar Biasa (KLB) di mana ia terpilih sebagai ketua umum. Ia berharap sistem yang telah dibangun di kepengurusannya bisa diteruskan di kepengurusan mendatang. Siapapun yang menjadi ketuanya. "Program kompetisi dan edukasi jalan semua meski kondisi pandemi Covid-19. Hanya terakhir Liga 3 tidak bisa jalan karena memang tidak memungkinkan," jelasnya.

Ia menambahkan, Asprov bisa memutar kompetisi dan Pra PON di tengah situasi Asprov yang baru terbentuk. Selain itu melakukan edukasi seperti lisensi kepelatihan dan bahkan AFC Grassroots Football Day. Selain itu, selama kepengurusan periode 2019-2023, ada sejumlah klub baru yang menjadi anggota Asprov. Hanya satu klub yang bubar yakni Gelora Handayani. Itu karena klub tersebut sudah tak aktif sejak sebelum kepengurusan periode sekarang. "Banyak klub juga TC di Jogja untuk liga, lalu lapangan bola baru bermunculan," imbuhnya.

Program terdekat yang dihadapi Asprov PSSI DIJ adalah Pra Kualifikasi PON. Pemain sudah disusun. Nantinya pengurus Asprov yang baru tinggal meneruskan saja, tidak memulai dari nol. Di DIJ sendiri juga sudah terbentuk Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI). "Masih ada dari Popda juga," lanjutnya.

Syauqi sendiri mengaku belum memutuskan apakah akan maju mencalonkan lagi atau tidak. Saat ini Syauqi diutus Muhammadiyah untuk menjadi calon DPD RI dapil DIJ. "Memang tidak ada aturan yang melarang (untuk mencalonkan lagi). Hanya saja saya memang belum memutuskan," katanya.

Wakil Ketua Umum Asprov PSSI DIJ Wahyudi Kurniawan menjelaskan, jumlah anggota dan voters yang ada saat ini sejumlah 27. Termasuk lima asosiasi kabupaten dan kota. Tahapan pra kongres nantinya akan dilanjutkan oleh Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).

"Anggota KP dan KBP telah ditentukan dan tidak ada yang dari pengurus lama. Harapannya agar lebih independen," ungkapnya. Anggota KP sendiri adalah Muchtar Zuhdi, Rudy Wijanarko, Muhammad Yazid, dan Siswadi Gancis. Sementara personil KBP adalah Syukron Arif Muttaqin, Arinto Hendro Budiantoro, Mukhlasir Khitam, dan Zaki Sirrad. (tyo/din)

 

 

 

  Editor : Editor Content
#PSSI DIJ #Asprov PSSI DIJ