Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemanasan Jelang Pra-PON dan Kejurnas

Editor Content • Senin, 28 November 2022 | 14:30 WIB
Photo
Photo
 

RADAR JOGJA – Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Raja Hamengku Buwono X sukses digelar di Sirkuit Pacuan Kuda Stadion Sultan Agung, Bantul, kemarin (27/11). Di nomor race utama 2.000 meter, pemenangnya kuda Quana Eclipse dari Eclipse Stable, Solo, Jawa Tengah dan berhak membawa Piala Raja.

Di urutan kedua, kuda Super Star dari Pikatan Stable, Bantul harus puas menempati urutan kedua. Hasil ini memperpanjang rentetan belum pernah juara bagi perwakilan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Pada ajang sebelumnya Tahun 2019, dimenangkan kuda Vaux Legend dari Janendra Stable, Semarang, Jawa tengah. DIJ sendiri mengirimkan 30 kuda dan lima joki dalam ajang ini. Gelaran yang dilaksanakan tiap tahun ini adalah edisi ke-12 sejak 2009. Hanya dua kali absen pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19.

Kejuaraan kali ini diikuti 157 ekor kuda. Berasal dari 10 daerah seluruh Indonesia yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Kejuaraan pacuan kuda kali ini terdiri dari 21 race dan memperebutkan total hadiah Rp 228 Juta.

Sekretaris Umum Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DIJ Hani Santosa mengatakan, kejuaran ini adalah yang pertama setelah pandemi. Meski begitu, menurutnya antusiasme masyarakat dalam menonton ajang ini sangat luar biasa. “Karena kita punya sirkuit pacuan kuda. Tidak semua provinsi punya. Mungkin di Jawa cuma tinggal tiga tempat, salah satunya di Jogja. Peminatnya luar biasa, breeding kuda juga sangat baik, cukup membanggakan,” katanya.

Dia menyebut, kejuaraan ini juga sebagai latihan bagi atlet berkuda DIJ untuk mempersiapkan seleksi daerah menyambut Pra-PON tahun depan. Selain itu, juga untuk pemanasan sebelum turun di Kejurnas yang akan digelar di Sumatra Barat tahun depan. “Tentu kami ingin meraih target maksimal di PON 2024. Kalau bisa dapat emas, itu bonusnya lumayan,” ujarnya.

Wakil Ketua Pordasi DIJ Yuriadi mengatakan, pacuan kuda ini merupakan pameran bagi peternak kuda yang selama dua tahun ini vakum akibat pandemi. “Mudah-mudahan nanti wisata DIJ tambah semarak setelah event ini,” ucapnya. (cr5/din) Editor : Editor Content
#pacuan kuda #Jogjakarta