Dengan kemenangan ini otomatis mengantarkan Bosa meraih satu tiket ke Big Eight. Selain Bosa, tim putra lain yang melenggang ke Big Eight adalah SMAN 7 Jogja (Smaven) dan SMAN 9 Jogja (Trapsila). Smaven mengantongi tiket Big Eight setelah mengalahkan SMAN 10 Jogja (Smuten) dengan skor 35-15.
Sementara SMAN 9 Jogja (Trapsila) lolos ke Big Eight setelah mengalahkan SMAN 5 (Mache) dengan skor 40-18. Raihan Aulia Mahendra guard Trappsila menyebut, dengan kemenangan ini ambisi untuk ke semifinal tinggal selangkah lagi.”Tahun lalu bisa masuk semifinal. Tahun ini berharap bisa ke final,” tegasnya.
Sukses meredam Mache, membuat mereka semakin percaya diri merajut asa meraih tiket Fantastic Four Honda DBL seri Jogja. “Kalau dari evaluasi lebih fokus. Sebenarnya komunikasi sudah membaik. Tinggal fokus dama decision making aja harus lebih berani,” jelasnya.
SMAN 7 Jogja (Smaven ) beruntung memiliki Muhammad Rasyid Tito. Pemain bernomor 19 ini tampil menawan saat timnya mengalahkan SMAN 10 Jogja (Smuten) 35-15. Rasyid menjadi motor keunggulan Smaven. Dia berhasil mencatatkan 19 poin, 4 rebound, dan 1 asis. Smaven pun berhak atas tiket ke Big Eight.
Memasuki kuarter empat margin poin semakin melebar. Smaven semakin percaya diri mencetak skor. Hasilnya Smaven berhasil menyusul ke babak Big Eight Honda DBL seri Jogja. “Tahun ini bersyukur bisa sampai Big Eight. Kami ingin mengembalikan masa-masa kejayaan Smaven,’’ tegasnya.(cr5/din)
Editor : Editor Content