Kapten Kebangsaan Adyatma Wiryateja menuturkan, kemenangannya ini tak lain karena sudah mempelajari performa Smalza sama melawan SMAN 1 Wates. Mereka sudah menyiapkan strategi dan mereview gim lawan.
“Kami juga main semaksimal mungkin dan pakai strategi yang sudah dirancang sejak awal,” ucapnya.
Tak hanya itu, mental kuat juga menjadi salah satu bagian terpenting. Meski sempat terjadi perubahan komposisi tim di Kebangsaaan Adyatma bersyukur bisa memenangkan laga perdananya.
Di laga selanjutnya putra Kebangsaan akan siap bertemu dengan SMAN 1 Wates. Pemain dengan jersei 10 ini berpesan pada timnya untuk mengedepankan kebugaran. “Biar bisa main lebih maksimal dan mencapai target Fantastic Four yang kami harapkan,” tegasnya.
Di laga lainnya, pertandingan superketat tersaji antara tim putra SMAN 1 Kalasan (Saka) v SMAN 10 Jogja (Pancanaka). Bertanding penuh semangat, SMAN 1 Kalasan menang setengah bola atas SMAN 10 Jogja dengan skor 15-14. Sejak kuarter pertama, kedua, hingga ketiga Saka berhasil unggul. Namun skuad Pancanaka berhasil bangkit dan mempersempit margin poinnya di kuarter empat. Skor sempat imbang di menit 01.34, namun Indra Djati penggawa Saka sukses menyumbangkan dua poinnya di 21 detik terakhir laga.
Selanjutnya skuad Pancanaka masih mencoba membuahkan poin lewat tembakan gratis Giovano Lintang. Namun sisa waktu tersisa menipis. Buzzer pun berbunyi. Saka pun berhasil menang tipis dari Pancanaka. Paulus Christo kapten Saka menuturkan performanya laga keduanya yang unggul dari Pancanaka.”Kami lebih mantap lagi,” jelasnya.
Di pertandingan terakhir yang tersaji tadi malam di GOR UNY, SMA Pangudi Luhur (PL) harus mengakui keunggulan SMAN 6 Jogja (Namche) 11-28. Ini menjadi kekalahan kedua bagi PL. Sebab di laga perdana, PL kalah dari SMA Bopkri 1 Jogja (Bosa) dengan skor 10-61.(*/din) Editor : Editor Content