Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Momentum Kebangkitan Barongsai

Editor Content • Senin, 10 Oktober 2022 | 15:05 WIB
Photo
Photo
 

RADAR JOGJA - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Barongsai 2022 sukses digelar di di Sleman City Hall pada 7-9 Oktober. Kejurnas ini memperebutkan Piala Raja Sultan Hamengku Buwono X dan Piala KASAD.

Kejurnas ini sempat berhenti selama empat tahun. Penyelenggaraan terakhir 2018 dengan Kota Padang menjadi tuan rumah. DKI Jakarta menjadi juara umum di tahun ini setelah mendulang delapan medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.

Ketua Panitia Kejurnas Barongsai 2022 Ernest Lianggar Kurniawan mengatakan, Kejurnas ini menjadi momentum kebangkitan olahraga barongsai yang sebelumnya ikut terkena dampak pandemi Covid-19. “Suksesnya kejurnas inidapat menjadi bekal untuk menatap kejuaraan berikutnya yang lebih besar yakni PON 2024,” katanya.

Terdapat 13 nomor yang diperlombakan. Dari nomor yang diperlombakan tersebut, ada 135 pertandingan yang diikuti 500 peserta dari 16 provinsi. Enam belas provinsi yang berpartisipasi adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, D.I. Jogjakarta, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kepulauan Riau.

Sistem penilaian di event ini juga menjadi yang pertama di Indonesia dalam ajang Kejurnas Barongsai. Secara global kalau dulu sistem penjurian selalu menggunakan kertas, kalau sekarang digitalisasi dengan android dan bisa real time," jelas Ernest. Sehingga, total nilai secara keseluruhan bisa diketahui secara cepat.

Event ini hasil kerja sama antara Sleman City Hall, Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI).

Kategori lomba yang dipertandingkan di antaranya Naga Taolu Bebas, Naga Halang Rintang, Naga Kecepatan, Barongsai Taolu Bebas, Barongsai Taolu Wajib, Barongsai Halang Rintang, Barongsai Kecepatan, Barongsai Ketangkasaan Zou Tou, Barongsai Ketangkasaan Gua Yao, Barongsai Ketangkasaan Shang Tui, Pekingsai Kecepatan dan Pekingsai Taolu Bebas.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) FOBI Xaverius Djunair menjelaskan, peserta yang ikut dalam Kejurnas ini berdasarkan hasil pemenang di kejurda dan selekda sebelumnya. “Setelah Kejurnas selesai akan ada Pra PON di September 2023. Yang lolos di Pra PON akan lanjut ke PON 2024,” katanya.

Peserta Kejurnas ini tentunya akan memperebutkan medali emas, perak dan perunggu. Selain medali, Ketua Umum FOBI, Edy Kusuma juga menyiapkan bonus dengan tujuan memacu semangat para atlet untuk berlatih lebih keras lagi. “Sebetulnya yang atlet inginkan bukan hadiah uang, melainkan medali. Tetapi ketua umum memberikan apresiasi atas apa yang sudah dilakukan. Ini pertama kali dalam Kejurnas ada bonus untuk para atlet. Total bonus yang akan diberikan sebesar Rp 300 juta,” ucap Djunair.

Ia berharap setelah event ini, para atlet berlatih lebih giat lagi. Sebab, menurutnya, dari event ini ia bisa melihat tim mana yang berlatih dengan sungguh-sungguh dan yang tidak. “Karena barongsai sudah jadi salah satu cabor prestasi, mau tidak mau pola latihan sudah harus profesional seperti cabor lain. Kalau tidak profesional ya akan ketinggalan,” ujarnya.

Pembina FOBI DIJ Soekeno menyebut, PB FOBI mengapresiasi DIJ karena penyelenggaraannya termasuk terbaik dari Kejurnas sebelumnya.

“FOBI pusat dan DIJ bangga. Ini suatu prestasi buat DIJ. Mudah-mudahan olahraga barongsai bisa merakyat dan menjadi olahraga umum, bisa merekatkan masyarakat,” katanya. Ia berharap, Kejurnas 2022 ini menjadi tolok ukur untuk gelaran Kejurnas selanjutnya. (cr5/din) Editor : Editor Content
#Kejurnas Barongsai