Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terkendala Alat, NPC Sleman Tetap Optimis Atlet Peparda Bisa Cetak Emas

Editor News • Jumat, 12 Agustus 2022 | 01:23 WIB
TETAP OPTIMIS : Sekretaris NPC Sleman Ratna Dewi Setyaningsih optimis atlet Peparda III Sleman bisa mencetak medali. Hal ini disampaikan di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (11/8). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
TETAP OPTIMIS : Sekretaris NPC Sleman Ratna Dewi Setyaningsih optimis atlet Peparda III Sleman bisa mencetak medali. Hal ini disampaikan di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (11/8). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Sleman mengirimkan sebanyak 111 atlet dalam ajang Peparda III DIJ 2022. Seluruhnya tersebat di 10 cabang olahraga (cabor).

Sekretaris NPC Sleman Ratna Dewi Setyaningsih mengatakan ada dua cabor yang tidak bisa diikuti. Diantaranya tenis kursi roda dan beberapa nomor cabor bulutangkis. Penyebabnya karena hanya diikuti oleh dua kabupaten yaitu Sleman dan Bantul. Sementara syarat minimal adalah tiga kontingen wilayah.

"Kita sebenarnya kehilangan 11 medali emas karena tenis kursi roda itu cabor unggulan di NPC Sleman. Jadi peluang emas disana itu ada enam," jelasnya saat ditemui di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (11/8).

Tak hanya tenis kursi roda, kontingen Sleman juga harus merelakan kehilangan medali di cabor bulutangkis. Sama halnya tenis kursi roda, cabor ini juga memiliki peluang mendulang medali.

Walau begitu, para atlet Sleman tak ingin berkecil hati. Semangat bertanding tetap tinggi. Tentunya dengan berjuang meraih medali pada cabor lainnya.

"Dari bulutangkis ada beberapa nomor yang tidak bisa dipertandingkan karena yang mengikuti hanya ada dua kabupaten," katanya.

Dalam kesempatan ini Ratna sedikit mencurahkan hatinya. Berupa tidak maksimalnya fasilitas untuk berlatih. Beberapa tempat berlatih juga terbilang tidak ramah bagi penyandang disabilitas.

Dia menceritakan lokasi untuk berlatih tenis kuris roda. Para atlet sempat terkendala saat menuju lapangan. Termasuk saat akan menggunakan fasilitas mushola dan toilet.

"Setelah dipugar ini kami belum tau sudah sesuai harapan teman-teman disabilitas, NPC atau belum. Kami belum cek venue nya," ujarnya.

Ratna juga menceritakan kendala para atlet bulutangkis. Berupa kurs roda yang sesuai dengan standar baru bisa. Untuk saat ini baru memiliki dua unit. Padahal, jumlah kursi roda yang dibutuhkan yakni sebanyak empat unit.

"Tahun ini kami baru punya dua, kami menggunakan dana hibah. Karena memang kursi ini standar pertandingan nasional, harganya luar biasa. Dua itu Rp 100 juta," katanya.

Meski demikian, Ratna optimis para atlet Peparda III Sleman bisa memberikan hasil yang terbaik. Tahun lalu, sebanyak 35 medali mampu dibawa pulang oleh atlet peparda Sleman.

Tahun ini dia menargetkan perolehan medali tak jauh dari perolehan tahun kemarin. Para atlet juga telah berlatih sejak tahun lalu. Nantinya cabor bulu tangkis dan atletik diyakini akan membawa banyak medali bagi Kabupaten Sleman.

"Semoga nanti sesuai harapan. Porda dan Peparda ini kami ditargetkan utnuk juara umum. Mohon doanya supaya nanti benar-benar bisa mencapai target," harapnya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#kendala NPC sleman #National Paralympic Committee #NPC Sleman #Peparda DIJ III 2022