"Ini kali ketiga saya mengikuti Asean Para Games. Alhamdulillah, memperoleh medali emas di regu putra, medali perak di ganda putra dan medali perunggu di tunggal putra," ungkap Suryo kepada Radar Jogja, kemarin (8/8).
Suryo membuktikan, bahwa di tengah keterbatasannya sebagai tuna daksa lantaran tangan kiri diamputasi akibat kecelakaan tunggal dia mampu berprestasi. Keterbatasan ini tidak menghentikan tekat dan semangat Suryo untuk menorehkan prestasi tingkat internasional. Kemenangan ini dia persembahkan untuk orangtua dan juga Indonesia, sebagai wujud bela negara.
Suryo menyebut, hasil pertandandingan tersebut sejatinya kurang maksimal. Sebab, di tengah pertandingan dia sempat mengalami cedera medial collateral ligament (MCL), yakni cedera akibat tekanan atau stress pada bagian luar lutut.
Sehingga pada saat pertandingan kategori tunggal putra, berhenti di semifinal.
Namun dia mengaku jauh beruntung lantaran mampu menaklukkan lawan dari Malaysia. Dalam waktu dekat, dia hendak bertolak ke Bangkok, Thailand untuk mengikuti kompetisi kejuaraan tingkat internasional. "Saya berharap pertandingan nantinya jauh lebih maksimal dari sebelumnya," ujar pria asal Solo ini.
Bukan hanya sebagai atlet saja, Suryo juga ingin menuntaskan mimpinya dengan melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi sebagai sarjana. Pada 2022 ini dia mendaftarkan diri sebagai mahasiswa program studi Ilmu Keolahragaan (Ilkor), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMBY. "Pendidikan itu sangat penting untuk menunjang ketika besok sudah tidak aktif lagi menjadi atlet," imbuhnya.
Menurutnya prestasinya ini tak lepas dari peran pelatih dan keluarga terdekat dalam mendukung karirnya. Menjadikan dirinya termotivasi untuk melanjutkan studi.
Kepala Prodi Ilmu Keolahragaan UMBY Ardhika Falaahudin mengapresiasi keberhasilan Suryo. Ardhika menjelaskan, Program Studi Ilkor FKIP UMBY mempunyai visi dan misi, salah satunya dapat memfasilitasi bagi atlet yang ingin melanjutkan studi tetapi juga tetap dapat latihan sesuai intruksi pelatih.
Prodi Ilkor menjembatani bagi atlet yang ingin mendapatkan pendidikan dan juga bisa tetap fokus latihan"Karena dalam perkuliahan tidak hanya diakses secara offline saja tetapi juga bisa online," terangnya.
Untuk kedepannya akan dilakukan talent scouting secara lebih luas agar dapat memunculkan atlet seperti Suryo Nugroho. (mel/din) Editor : Editor Content