Erwan stay dan akan menjalankan tugasnya untuk Mataram Utama. Hal itu diungkapkan Presiden Mataram Utama Desy Arfianto. "Seperti yang sudah kami sampaikan, di sini kami tidak hanya pengembangan pemain, tetapi juga pelatih. Jadi memang Coach Erwan sudah mendedikasikan Mataram Utama sebagai rumahnya," ujar Desy saat jumpa pers salah satu rumah makan di Bantul kemarin pagi (12/6).
Desy menjelaskan, Erwan nantinya tetap akan melakukan supervisi sebagai direktu teknik di Akademi Mataram Utama. Terlebih, saat ini Mataram Utama telah memiliki kurikulum metode pembelajaran yang bakal di launching dalam perayaan hari jadi Akademi Mataram Utama pada 26 Juni mendatang. "Sejak awal kami sama-sama bangun klub kecil ini, punya impian menjadikan rumah ini untuk belajar dan berproses bagi siapapun untuk mengambangkan sepak bola Indonesia, khususnya di Jogja," tandasnya.
Desy menungkap sejak awal manajemen memang sudah mempercayakan Erwan untuk memimpin Mataram Utama Academy bersama 12 pelatih lainnya. Menurutnya, ilmu harus terus diasah dan dikembangkan. Sehingga ketika ada tawaran datang untuk sang pelatih, maka pihaknya tidak akan menghalang-halangi. "Saat ada kesempatan untuk Coach Erwan menangani tim lain yang levelnya ada di atas, kami membuka kesempatan itu," jelasnya.
Sementara itu, Erwan menyatakan, meski menjabat sebagai pelatih kepala di Persekat, dia tak lantas lepas tangan dengan tugasnya di Akademi Mataram Utama. Dia akan tetap memantau perkembangan anak didiknya dari jauh. "Saya sebagai dirtek kan tidak harus setiap saat berada di lapangan, kami bisa komunikasi melakukan diskusi lewat telepon," terangnya. "Ketika saya ada waktu luang, saya pasti akan sempatkan pulang ke Jogja untuk dampingi langsung proses latihan," tambah Erwan.
Sebelum memutuskan menerima pinangan Persekat, dia melihat kesiapan dan progres pola pembinaan di Mataram Utama sudah berjalan dengan baik. Itu tidak lepas dari kurikulum yang dibentuk untuk pembinaan di jenjang level Mataram Utama Academy. Selain itu, dia juga ingin mencari tantangan baru melatih klub profesional di luar Jogja.
"Kami membuat metode kepelatihan di masing-masing kelompok umur itu ketika terjadi seperti ini, saya di Persekat, tim ini tidak kacau. Akademi tidak kacau karena kami sudah buat aturan-aturan baku yang nantinya bisa dijalankan," pungkasnya. (ard/din) Editor : Editor Content