Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Coast to Coast Night Trail Ultra Kembali Digelar

Editor Content • Selasa, 31 Mei 2022 | 18:41 WIB
SIAP DIGELAR: Konferensi pers jelang pelaksanaan Coast to Coast (CTC) Night Trail Ultra di Kopi Picnic, Minggu (29/5). (ANA R. DEWI/RADAR JOGJA)
SIAP DIGELAR: Konferensi pers jelang pelaksanaan Coast to Coast (CTC) Night Trail Ultra di Kopi Picnic, Minggu (29/5). (ANA R. DEWI/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Sempat vakum akibat pandemi Covid-19, Coast to Coast (CTC) Night Trail Ultra akhirnya kembali digelar. Ajang yang digagas komunitas Trail Runners Jogjakarta itu rencananya akan berlangsung pada 11-12 Juni mendatang di Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul.

Total ada 876 peserta dari 12 negara yang bakal ambil bagian. Antara lain Australia, Republik Ceko, Prancis, jerman, India, Jepang, Belanda, Singapura, Inggris, dan lainnya. Hal itu disampaikan Race Director CTC Night Trail Ultra Roostian Gamananda. "Dari jumlah memang ada penurunan sedikit. Dari penyelenggaraan terakhir pada awal 2020 yakni sebanyak 1.326 peserta," ujarnya dalam konferensi pers di Kopi Picnic, Minggu (29/5).

Roostian menjelaskan, CTC merupakan event yang selalu ditunggu para pelari lintas alam. Dinanti karena ajang ini menyajikan lanskap pantai yang berbeda dari lari lintas alam di Indonesia lainnya. Yang biasanya mengambil rute pegunungan. "CTC merupakan sport tourism, kami ingin membantu pemerintah untuk memajukan perekonomian wilayahnya dengan mengundang pelari asing dari mancanegara dan nasional,” katanya.

"Dan, karena pandemi belum sepenuhnya hilang jumlah peserta di event ini kami batasi," tambah dia.

Pada gelaran kali ini, CTC membuka lima kategori jarak. Mulai dari 5K, 13K, 25K, 50K, dan 70K. Adapun pada jarak 5K dan 13K, kata Roostian, diperuntukkan bagi para pelari road yang ingin mencoba dengan distance yang pendek. "Biasanya para peserta datang kembali untuk mencoba jarak yang lebih jauh di tahun selanjutnya,” paparnya.

Start dan finish di Museum Gumuk Pasir Parangkusumo, para peserta akan melintasi rute dengan medan yang cukup beragam. Mulai dari pesisir pantai selatan, perbukitan di Purwosari, hingga Gua Cermai untuk pelari dengan kategori jarak 50K dan 70K.

Kemudian, untuk menjaga energi para peserta panitian bakal menyiapkan waterstation di setiap 6 km. Khusus untuk kategori 5K, waterstation ada di Km 2,5. Di Sini, peserta bisa menikmati hidangan buah buahan, energy bar yang disediakan strive, mi instan, minuman isotonic, dan kopi.

"Karena berlangsung malam hari, peserta wajib membawa headlamp. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan peserta juga wajib membawa mandatory gears ketika berlari, di antaranya dua buah headlamp, running vest 6L, botol minum minimal 2L dan poncho running,” terang Roostian.

Sementara itu, event partner dari iSport Pandu Bagus Buntara menuturkan, CTC menjadi sport tourism yang akan mendatangkan turis dari berbagai negara. Lari lintas alam menjadi kegiatan yang cocok karena Indonesia memiliki bentang alam yang sangat beragam. Salah satunya di gumuk pasir. "Kalau saya bilang di Jogja semua orang bisa menikmati dari pantai, gunung, bukit, temple, culture yang sangat mempesona. CTC adalah salah satu yang memiliki tema unik, lari dari pantai ke pantai,” tandasnya. (ard/din) Editor : Editor Content
#Trail Runners Jogjakarta #Coast to Coast