Senang dan bangga? Sudah pasti. Terlebih, pertandingan itu krusial demi menjaga peluang Laskar Mataram lolos ke babak semifinal Liga 2. "Alhamdulillah tentunya karena bisa mencetak gol perdana untuk PSIM. Walaupun belum bisa meraih kemenangan, tapi tetap kami syukuri," kata Hapidin saat dihubungi Radar Jogja Jogja (17/12).
Dalam pertandingan itu, PSIM sempat dua kali tertinggal. Gawang Imam Arief Fadillah dibobol Selamet Budiono pada menit ke-32 dan Rishadi Fauzi ('81). Beruntung Laskar Mataram berhasil mencetak gol penyeimbang.
Gol pertama dilesakkan Hapidin pada menit ke-70. Menerima umpan dari Achmad Baasith, ia langsung melepas tembakan keras di depan kotak penalti. Sementara gol kedua PSIM dicetak lewat tendangan geledek Sugeng Efendi di injury time menit 90+3'.
Yang pasti, pemain 30 tahun itu berharap timnya bisa lebih baik lagi di pertandingan kedua melawan PSMS Medan Senin (20/12). Pada laga nanti, Hapidin membidik poin penuh. "Targetnya tentu menang, agar menjaga asa lolos ke empat besar terbuka lebar," ujarnya.
Hapidin menegaskan siap menghadapi Ayam Kinantan -julukan PSMS. Mentalnya juga sedang bagus-bagusnya selepas mencetak gol perdana. Sehingga ia berharap dapat kembali dipercaya sebagai starter di laga nanti. "Kalau masuk starting line up pastinya senang karena mulai bisa di percaya sama pelatih. Ini jadi motivasi bagi saya untuk bermain lebih baik lagi," tekadnya.
Hasil imbang disyukuri pelatih PSIM Seto Nurdiyantara. Ia menyebut pertandingan perdana cukup sulit. "Hasilnya 50-50 artinya kami beruntung dan nggak beruntung. Nggak beruntungnya banyak peluang tapi tidak bisa dimaksimalkan dengan baik. Beruntungnya kami tidak mengalami kekalahan," paparnya.
Meski gagal meraup poin penuh, pelatih asal Kalasan, Sleman itu mengapresiasi kinerja pemain yang berjuang hingga menit akhir. "Harapan laga kedua pemain lebih enjoy dan lepas. Jangan sampai kebobolan lebih dulu dan apa yang menjadi keinginan kami bisa lebih baik," ucap Seto.
Yang jelas, Seto berujar kalau ingin lolos PSIM harus menyapu bersih dua laga tersisa. "Kami dapat poin satu jadi harus lihat dipertandingan berikutnya. Kalau mau lanjut, pemain harus kerja keras untuk memenangkan setiap pertandingan," tandasnya.
Hasil ini, menempatkan Laskar Mataram di posisi kedua klasemen sementara dengan satu angka. Mereka berada satu tangga diatas Dewa United dengan poin yang sama. Sementara peringkat puncak ditempati Sulut United dengan tiga poin. Lalu, posisi buncit dihuni PSMS Medan dengan nol poin. (ard/din) Editor : Editor Content