Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Marco Gracia Paulo mengatakan, "Satu hal yang perlu diluruskan bahwa PSS tidak mengabaikan kontrak yang ada. Apa yang menjadi kewajiban Klub seperti tercantum dalam surat FIFA sedang dalam proses penyelesaian” ujarnya Minggu (31/1).
Marco tidak memungkiri adanya pembayaran gaji Alfonso yang belum terealisasi. Hal itu terjadi di masa transisi manajemen. Sayangnya, di tengah proses penyelesaian pengakhiran kontrak dengan Alfonso terjadi pandemi Covid 19.
Komunikasi dengan Alfonso sedang terus dilakukan oleh PSS. Selain membuktikan komitmen PSS sebagai klub profesional yang tak mengabaikan kewajibannya, hal itu juga diharapkan memberikan kepastian kepada Alfonso.
“Berita yang ada terkait Alfonso tidak akan mencederai komitmen PSS kepada filosofi yang hendak dibangun di klub ini yaitu klub yang profesional secara utuh,” tegas Marco.
Pasalnya pemain asing yang juga bek asal Spanyol, Alfonso de la Cruz telah melapor ke FIFA terkait tunggakan gajinya yang belum dibayarkan oleh PSS Sleman.
Alfonso sebelumnya pernah memperkuat PSS pada musim 2019. Dia mengaku menandatangani kontrak selama dua musim dengan klub berjuluk Elang Jawa tersebut.
Namun, di musim kedua terjadi perubahan kepemilikan klub yang menyebabkan Alfonso harus didepak dari skuad tanpa ada diskusi.
Alfonso menjelaskan bahwa dirinya masih memiliki satu tahun kontrak untuk musim 2020 secara legal yang masih harus dibayar PSS. Akan tetapi, hingga saat ini, dia belum mendapatkan haknya.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi di Indonesia, tapi PSS Sleman tidak terlalu baik dengan saya. Saya memiliki kontrak dua tahun, tetapi mereka tidak berbicara dengan saya. Ini adalah situasi yang buruk," ucap Alfonso. (sky) Editor : Editor News