Sempat dihentikan sementara akibat pandemi Covid-19, program puslatda DIJ kembali dilanjutkan November lalu. Pelatih Puslatda Voli Pasir DIJ Dian Putra Santosa menjelaskan, latihan di Januari ini masih dalam tahap persiapan umum. Latihan difokuskan untuk peningkatan kondisi fisik. “Perfoma atlet terakhir ini dari segi fisik tim putri sudah bagus, cuma masih ada yang perlu di tambahkan di skill individunya,” ujarnya saat dihubungi Radar Jogja kemarin (1/1).
Karena latihan digelar di tengah pandemi, tim voli pasir pun sempat mengalami beberapa kendala. Seperti keterbatasan venue latihan, juga porsi latihan yang minim. “Kami masih waswas untuk memberi latian fisik yang berat, karena berkaitan dengan imun atlet,” beber pria 34 tahun itu.
Dian berharap situasi kondisi berjalan normal, Sehingga tim pelatih bisa kembali menggeber fisik atlet secara maksimal. Sebab, dengan persiapan matang, diharapkan tim voli pasir bisa merealisasikan target yang dipatok KONI DIJ. Yakni, membawa pulang medali emas. “Untuk target kami selalu berupaya keras membidik medali emas, apa pun kondisi dan situasi tim kami,” tekadnya.
Lebih lanjut Dian mengatakan, saat ini tim masih dilakukan seleksi untuk menemukan pasangan yang akan diandalkan di PON nanti. Meski begitu, pria kelahiran 14 Agustus 1986 ini menilai semua atlet punya peluang yang sama. Hanya, seberapa jauh atlet tersebut mau berusaha dan berjuang selama latihan.
“Di tim putri akan sama dengan putra, kami masih mengacak atlet untuk menemukan pasangan terbaik. Sehingga kami kembalikan ke atlet masing-masing untuk melihat secerdas apa menerima program drilling latihan dan strategi, yang terpenting sekeras apa nyali mereka menghadapi lawan di pertandingan nanti,” tambahnya.
Terlebih, di PON nanti ada beberapa daerah yang menjadi pesaing berat DIJ, seperti, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan tuan rumah Papua. Di ajang PON XX Papua voli pasir DIJ diperkuat oleh delapan atlet putra dan putri. Mereka adalah Ilham Cahya Saputra, Yokebed Purari Eka Setyaningrum, Sari Hartati, Imtag Asrori Sihab, Vitria Dwi Rahayu, Maria Dwiningtyas, Gilang Ramadhan, dan Ilham Akbar.
Sementara itu, Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto berpesan kepada para pelatih untuk bekerja sama dengan Binpres KONI DIJ menggenjot dan mengembalikan performa normal atlet. Sehingga harapannya mulai Januari ini pelatihan secara normal bisa digelar kembali. “Semoga para atlet bisa menjaga, me-maintenance dari apa yang sudah dicapai sejak sebelum pandemi,” paparnya. (ard/laz) Editor : Editor Content