Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

JOY dan PSS Sleman Gelar Webinar

Editor Content • Sabtu, 17 Oktober 2020 | 04:35 WIB
PROGRES POSITIF : Pemain PSS Sleman rutin menjalani latihan fisik di lapangan YIS. PSS akan menghadapi restart Liga 1 tanpa laga uji coba.( ISTIMEWA )
PROGRES POSITIF : Pemain PSS Sleman rutin menjalani latihan fisik di lapangan YIS. PSS akan menghadapi restart Liga 1 tanpa laga uji coba.( ISTIMEWA )
RADAR JOGJA - Ketidakpastian kompetisi Liga Indonesia berdampak bagi pelaku sepak bola. Terutama bagi klub yang sudah mempersiapkan tim untuk berkompetisi. Program latihan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat kembali terganggu.

Seperti diketahui, penundaan kompetisi itu lantaran Polri tak memberikan izin keramaian selama masa pilkada dan pandemi Covid-19. Sebab, hingga kini kasus Covid-19 di tanah air memang belum menunjukkan penurunan.

Nah, dampak ketidakjelasan kompetisi ini akan dibahas dalam webinar yang diadakan Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu (17/10) pukul 13.00-15.00.

Adapun webinar bertajuk 'Kompetisi, Antara Bisnis dan Kemanusiaan' itu akan menampilkan beberapa narasumber. Di antaranya Yoyok Sukawi (CEO PSIS Semarang), Andy Wardhana (Direktur Keuangan PT Putra Sleman Sembada), Asep Saputra (Manajer Kompetisi PT Liga Indonesia Baru) dan Rahmad Darmawan (pelatih Madura United). Sementara Vice CEO Skor Indonesia Viola Kurniawati bertindak sebagai moderator.

"Hasil extraordinary club meeting di Jogjakarta pada 13 Oktober 2020 tidak memberikan kepastian. Hal ini jelas mengecewakan klub-klub yang sudah berusaha bertahan separuh musim tanpa adanya kompetisi," ujar Ketua JOY Gonang Susatyo, Jumat (16/10).

Lebih lanjut Gonang mengatakan dalam webinar pihaknya ingin menguraikan apa dampak bisnis yang dialami klub-klub dengan terhentinya kompetisi tanpa kepastian. Belum lagi aspek psikologis pemain yang kembali menelan kekecewaan akibat ketidakpastian itu. "Aspirasi, keluhan, dan solusi dari klub dan pelatih sangat penting untuk disampaikan secara terbuka ke publik, dan tentunya kepada PT LIB serta PSSI," jelas Gonang. (ard/yog) Editor : Editor Content
#PT Liga Indonesia Baru #PSS Sleman #jogja sport #PT LIB