RADAR JOGJA - Jelang bergulirnya kembali Kompetisi Liga Indonesia, PSSI sudah membuat protokol kesehatan untuk kontestan Liga 1 dan Liga 2 2020. Total ada 11 buku panduan protokol kesehatan yang disiapkan untuk pelaksanaan kompetisi di masa pandemi Covid-19.
PSS Sleman pun menyambut baik kabar tersebut. Menurut dokter tim PSS Sleman Elwizan Aminudin, pihaknya masih menanti kepastian arahan dari federasi dan operator Liga. Yang jelas PSS akan mengikuti arahan sesuai protap dan protokol yang ditentukan PSSI. "Tentu kami menunggu terkait perihal waktu diperbolehkan kumpul tim serta kick off liganya," ujarnya.
Dikatakan, staf pelatih dan manajemen Super Elang Jawa -julukan PSS- juga akan menggelar rapat virtual untuk membahas persiapan latihan tim. Hanya saja, rapat tersebut urung dilakukan lantaran hingga saat ini PSS belum menerima surat resmi dan intruksi dari PSSI terkait kelanjutan Liga.
Di sisi lain, jika kepastian latihan telah ditentukan, rencananya pelatih PSS Dejan Antonic akan mengundang pemain secara bertahap. Tujuannya untuk mengedepankan protokol kesehatan. "Kami akan lakukan step by step untuk mengumpulkan pemain. Dijadikan per kelompok, setiap kelompok yang datang wajib tes kesehatan," papar Dejan.
Sementara itu, terkait kehadiran penonton dalam stadion, PSSI akan mengkaji lebih mendalam persoalan itu. Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan berharap apabila nantinya diputuskan liga berlangsung tanpa penonton, para suporter diminta untuk mematuhi peraturan. "Diharapkan suporter tidak hadir ke stadion maupun menggelar acara-acara nonton bareng di kafe. Tapi kami akan kaji lagi, toh pertandingan akan disiarkan lewat televisi,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule itu dalam acara talk show live, Minggu (21/6).
Lebih lanjut, Iwan menuturkan pihaknya akan menyiapkan atmosfer di stadion menjadi hidup meski tanpa penonton. Sebagaimana liga-liga di Eropa yang kini tengah berjalan. “Kita harus optimistis untuk menggulirkan kembali liga. Bagaimanapun FIFA menilai aktivitas setiap federasinya di masa Covid-19 ini," ujarnya. "Apalagi negara-negara tetangga juga sudah menggelar kompetisi, menyesuaikan kondisi dengan penanganan Covid-19 masing-masing,” imbuh Iwan. (ard/din) Editor : Editor Content