Beda dengan para pemain yang masih menerima 25 persen dari penghasilan per bulan mereka. Para wasit ini sama sekali tidak mendapatkan penghasilan lantaran juga tidak ada pertandingan yang dijalankan. Karena selama ini mereka memang hanya dibayar ketika ada pertandingan.
Salah satu wasit asal Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengakui hal itu. Bayaran dari memimpin pertandingan yang selama ini menjadi salah satu tumpuan utama penghidupan keluarganya sementara tidak bisa diharapkan.
Kendati demikian, Fariq tetap mengambil hikmah dari pandemi virus korona ini. Paling tidak, sosok kelahiran Purbalingga itu bisa mendapatkan waktu yang lebih banyak untuk berkumpul dengan keluarga. “Alhamdulillah sekarang waktu untuk di rumah jauh lebih banyak,” katanya kepada Radar Jogja Senin (6/4).
Dalam beberapa hari terakhir beredar wacana bahwa PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan memberikan bantuan kepada para perangkat pertandingan yang kehilangan penghasilan karena pandemi virus korona. Salah satunya diungkapkan oleh Sonhadji selaku Komite Wasit PSSI sekaligus Komisaris PT Liga Indonesia Baru PT LIB. Menurutnya, saat ini memang memikirkan ke arah sana. Yanki memikirkan saat kompetisi berhenti, bagaimana nasib perangkat pertandingan. “Kami sudah berdiskusi dengan PSSI dan PT LIB. Yang jelas kami pasti memikirkan nasib mereka," tutur Sonhadji. (kur/din)
Editor : Editor Content