Kejuaraan tingkat kabupaten ini sudah kali kedua dilaksanakan Pengkab ISSI Bantul. Kejuaraan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pembalap sepeda dari Kabupaten Bantul untuk berlaga. Selain itu ajang ini juga ditujukan untuk mencari bibit-bibit pembalap yang bisa memperkuat Bantul di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) maupun Pekan Olahraga Daerah (Porda).
Untuk kejuaraan tahun ini, tak kurang dari 120 pembalap ikut serta. Mereka berlaga di delapan kelas yang dipertandingan. Menariknya, untuk kelas open di nomor Road Bike maupun MTB, panitia pelaksana membuka kesempatan para pembalap dari kabupaten lain di DIJ untuk ikut.
“Hal itu untuk mengukur kemampuan pembalap Bantul dengan pembalap dari wilayah lain di DIJ,” ujar Ketua Pengkab ISSI Kabupetan Bantul Sigit Nursyam kepada Radar Jogja Sabtu (28/12).
Lebih lanjut Sigit menyatakan, antusiasme peserta untuk kejuaraan tahun ini meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Ini menjadi kabar baik terkait ketersediaan atlet baik dari level pelajar maupun dewasa di Bantul.
Kendati demikian, Sigit juga membeberkan beberapa kendala yang dihadapi Pengkab Bantul. Terutama pada penyelenggaraan MTB Race. Pada kejuaraan tahun kemarin maupun tahun ini, pihaknya baru bisa menggunakan arena pacuan kuda di kompleks Stadion Sultan Agung sebagai arena balap MTB.
“Untuk tahun depan, kami mungkin berencana memberikan obstacle-obstacle khusus di arena, agar melatih skill para pembalap juga,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pelatih balap sepeda asal Bantul Fatahillah Abdullah mengaku senang adanya kejuaraan Road Bike-MTB Race tahun ini. Mernurutnya, ini akan memberikan gambaran kemampuan mereka. “Mereka bisa mengevaluasi diri, kurangnya dimana, kelebihannya di mana,” jelasnya.
Fatahillah berharap kejuaraan serupa bisa terus dilaksanakan setiap tahun oleh Pengkap ISSI Bantul. Selain itu eks pembalap nasional juga berharap peningkatan kualitas kejuaraan baik dari sisi atlet maupun penyelenggaraan. (cr12/laz) Editor : Editor Content