SLEMAN - Memasuki akhir bulan Maret, atau kurang dari dua pekan dari jadwal kickoff Liga 2 musim 2018, belum juga ada kejelasan terkait manager meeting. Padahal kepastian regulasi, pembagian wilayah dan jadwal tim juga belum kunjung keluar. Kondisi tersebut mengundang spekulasi bahwa jadwal kickoff Liga 2 akan mengalami penundaan.
Kickoff Liga 2 yang sebelumnya dijadwalkan digelar 7 April. Namun manajer PSS Sleman mendapatkan informasi bahwa kompetisi kasta kedua tersebut mengalami penundaan. Karena itu, manajemen akan membicarakan dengan pelatih terkait program persiapan tim. "Kemungkinan kick off mundur, jadi kami segera menyiapkan pertemuan dengan pelatih, termasuk membahas program latihan, soal uji coba dan pemain bidikan," kata Manajer PSS Sismantoro.
Menurut Sismantoro, manajemen dan pelatih sebelumnya tetap berpatokan bahwa Liga akan dimulai pada 7 April. Sehingga peak performance disiapkan pada tanggal tersebut. Jika mengalami penundaan, perlu diatur ulang agar performa pemain tetap dalam posisi puncak.
Penundaan jadwal kickoff sepertinya juga sudah diketahui tim tetangga Persis Solo. Sebab pada 7 April, Laskar Sambernyawa dijadwalkan menjamu Persijap Jepara dalam partai uji coba di Stadion Manahan.
Di sisi lain, pihak PSSI melalui Plt Ketua Umum Djoko Driyono terkesan tak mau ikut campur terkait jadwal. PSSI mengaku menyerahkan sepenuhnya pada PT LIB sebagai operator liga soal jadwal Liga 2 itu. Djokdri berharap bahwa pertemuan antarmanajer akan dilakukan pekan depan. "Sepenuhnya kami serahkan kepada PT LIB, tapi perencanaan yang jadi permintaan dari PSSI adalah tidak lebih dari Minggu terakhir di April. Sejauh-jauhnya adalah satu bulan setelah Liga 1 bergulir," kata Djokdri terkait kickoff Liga 2.
Waktu yang masih ada, selain untuk memaksimalkan persiapan tim. Juga akan dimaksimalkan manajemen PSS untuk terus menambah amunisi. Terutama di posisi ujung tombak yang dinilai belum terlalu memuaskan. Sismantoro mengaku, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan beberapa klub Liga 1, agen dan pemain buruan. "Terus kami upayakan komunikasi," jawab Sismantoro. (riz/din/mg1) Editor : Editor News