Dua gol Super Elang Jawa (Elja)-julukan PSS Sleman dicetak Dirga Lasut di menit 50’ dan Riski Novriansyah menit 78. Tambahan tiga angka ini membuat tim asuhan Freddy Muli ini mengemas 25 poin, unggul dari PSCS Cilacap dan PSGC Ciamis yang baru bertanding hari ini dan besok.
Secara matematis, PSS hanya perlu dua kemenangan untuk mengunci posisi puncak agar tak mampu dikejar rival-rivalnya di akhir fase grup nanti. Karena itu, dua partai kandang beruntun menjamu Persibat Batang (8/8) Persijap (20/8) wajib hukumnya mengamankan poin penuh.
Di sisi lain, kekalahan tersebut membuat Persip Pekalongan gagal revans setelah di pertemuan pertama dibekap 4-0. Menurut Freddy Muli, bisa mencetak dua gol di Pekalongan jelas luar biasa. Karena secara psikis pemain bertentangan dengan kondisi lapangan, kualitas rumput juga pengaruh. "Kelewatan ini tidak ada rumputnya. Kasihan pemain lecet semua," ujar Freddy Muli.
PSS tidak banyak mengubah lineup pemain dibandingkan pertandingan sebelumnya. Freddy sepertinya mulai nyaman dengan skema tiga bek di depan kiper. Posisi itu kemarin diisi Zamzani,Waluyo, danAhmad Hisyam Tolle. Bek kiri dan kanan masih ditempati Tedi Brlian dan Bagus Nirwanto.
Sementara Arie Sandy dikembalikan ke posisi biasanya gelandang bertahan. Di lni tengah trio Dave, Busari dan Dirga menopang Riski Novriansyah sebagai striker tunggal.
Pekalongan mencoba menguasai ini tengah dengan menempatkan lebih banyak pemain tengah. Ada sekitar 5-6 pemain tuan rumah yang beroperasi di jantung permainan. Ditambah kondisi lapangan yang buruk, kreasi gocekan Dave Mustaine seperti mati kutu. PSS juga lebih banyak menunggu di babak pertama. Hal itu dimanfaatkan Pekalongan untuk lebih berinisiatif menyerang. Samuel Sefle, Miftahul Ulum dan Edi Witopo berkali-kali menggedor pertahanan Syahrul Trisna Fadilah.
Namun finishing sepertinya menjadi penyakit kronis yang harus disembuhkan Didik Listyantara. Bagaimana tidak, Sefle setidaknya punya empat peluang mencetak gol baik dari sundulan maupun dari tembakan yang masih jauh dari sasaran. Termasuk Witopo dan Iwan Wahyudi.
Di sisi lain, Freddy Muli dengan cerdik membaca permainan Persip dan juga kekurangan timnya. Dave yang kurang berkembang digantikan oleh Mardiono di awal babak kedua. Selang lima menit, mantan pemain Semen Padang dan juga Persebaya itu mengirim upan ke Riski yang berada di depan kotak penalti Pekalongan. Namun Riski dijatuhkan pemain belakang tuan rumah.
Tendangan bebas di area berbahaya tersebut tidak disia-siakan Dirga Lasut. Tembakan terukur ke sisi kiri gawang Barep wahyu Wibowo berbuah gol ke delapan pemain asal Tomohon tersebut.
Dua menit berselang, Samuel Sefle berkesempatan menyamakan skor setelah ia berhadapan dengan kiper PSS. Sayang tembakanya belum mampu mengelabuhi Syahrul Trisna. Bola tendanganya bisa dihalau eks kiper PS TNI U-21. Kesal dengan hal itu, Didik mengganti Sefle denganPablo Cesar Worabay.
Mencari gol penyama, tuan rumah membombardir pertahanan tim tamu. Sisi kiri menjadi fokus serangan. Tak pelak membuat Tedy harus berjibaku dan dibackup Ahmad Hisyam. Tak mau kecolongan, Freddy mengeluarkan Tedi dan memasukkan debutan Ardi Idrus. Sekali lagi, intuisi mantan arsitek Persik Kediri dan Persebaya Surabaya itu cukup jeli.
Memanfaatkan kelengahan Persip yang keasyikan menyerang, Ardi Idrus yang mendapat umpan Busari melakukan akselerasi dan melepaskan tembakan dari sisi kanan kotak penalti Persip. Bola muntah tembakan mantan pemain Kalteng Putra itu dimanfaatkan Riski Novriansyah untuk menggandakan skor. Sundulannya menembus gawang Persip.
Hasil kekalahan tentu membuat pelatih Persip Didik Listyantara kecewa berat. Ia mengaku tidak takut menghadapi Sleman. Ia membuktikan dengan pemainya mengurung permainan PSS di babak pertama. Namun banyaknya peluang yang tidak berbuah gol membuatnya berang. "Kami tidak takut menghadapi Sleman. Tapi kami banyak peluang tidak bisa dimanfatkan," jelasnya.
Kecolongan gol pertama setelah menguasai permainan membuat mental pemainya turun. Apalagi saat Sefle gagal memaksimalkan peluang satu-lawan-satu dengan kiper PS. "Secara kualitas Sleman lebih baik, tapi babak pertama mereka kami kurung dan kami banyak peluang dibanding mereka. Kalau seperti ini ya kami lihat nanti peluang semoga masih ada kans untuk playoff," cetusnya. (riz/din/ong) Editor : Administrator