RADARJOGJA.CO.ID - Laga perdana Persiba Bantul di Turnamen Dirgantara Cup yang berlangsung Maguwoharjo International Stadium (MIS) Senin (27/2) berakhir manis. Johan Manaji dkk berhasil memberi bukti kebangkitan Juara Divisi Utama 2011 ini. Laskar Sultan Agung, julukan Persiba, menang besar 3-0 dari Persikama Kabupaten Magelang.
Ketiga gol The Reds dilesakkan melalui kaki Nunung Dwi Cahyo (65 dan 77) dan pemain senior yang sempat menjadi pilar PSM Makassar di ISC A musim lalu Basri Lohi 72.
Hasil tersebut membuat manajemen puas dengan capaian sementara tim. Manajer Persiba Endro Sulastomo mengaku bersyukur dengan kemenangan tersebut. Turnamen kali ini menurutnya juga masih dalam tahapan seleksi pemain. Sejauh ini timnya baru mendapatkan kesepakatan dengan empat pemain luar daerah. Yaitu pencetak brace Nunung Dwi Cahyo, Gatut Bekti S, Yus Jafar, dan Hasnul Rifan. "Setelah turnamen ini kami lihat pemain lokal kami jajaki negosiasi. Kami yakin pemain lokal kami loyal," ujarnya kepada wartawan.
Selanjutnya, jika pada turnamen tersebut pemain yang konsisten menampilkan permainan terbaiknya akan memiliki kans untuk dikontrak oleh manajemen. Termasuk pelatih sementara saat ini Siswanto 'Kancil'. "Yang jelas kemenangan ini menjadi nilai plus pemain dan juga pelatih," ungkapnya.
Sejak kickoff, Persiba lebih dulu mengambil inisiatif serangan. Pelatih Persiba Siswanto 'Kancil' menerapkan skema 4-5-1 dengan menumpuk lima gelandang di lapangan tengah. Praktis tuan rumah menguasai lapangan tengah. Namun serangan banyak di sisi sayap melalui Andi Sandria dan Erdin Pratama. Keduanya menyuplai striker tunggal Nunung Dwi Cahyo. Striker bernomor 17 itu mempunyai beberapa peluang emas di babak pertama, namun belum bisa dikonfirmasi menjadi gol.
Di babak kedua, Siswanto mengganti Andi Sandria dengan pemain senior Basri Lohi. Hasilnya, serangan Johan Manaji dkk lebih hidup. Siswanto juga mengubah formasi 4-5-1menjadi 4-2-3-1. "Kami masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki terutama fisik. Masuknya Basri mengubah permainan, namun kami sedikit ragu memainkannya sejak awal karena takut dia cidera," bebernya.
Pelatih Persekama Edi Prayitno mengakui kekalahan telah timnya. Persiapan yang minim disebutnya membuat imnya tidak mampu membendung keperkasaan Bantul. "Kami baru berlatih kurang dari sepekan. Namun setidaknya kami punya peluang emas. Ke depan akan kami perbaiki lagi, termasuk mengubah permainan untuk menyiasati fisik agar tidak cepat drop," ungkapnya setelah pertandingan.
Fisik pemain Persikama selepas menit 65 betul-betul dimanfaatkan pemain Persiba. Terbukti tiga gol lahir setelah menit 65 sampai dengan 77.
Menit 65 Nunung melesakkan bola setelah mendapatkan umpan dari lini tengah. Memecahkan kebuntuan timnya setelah berkali-kali dia mendapat peluang emas. Tujuh menit berselang, Basri Lohi menggandakan keunggulan 'tuan rumah'. Selanjutnya Nunung yang mendapat asist Erdin Pratama mencatatkan namanya yang kedua kali di papan skor dan membuat timnya unggul 3-0. (riz/eri) Editor : Editor News