Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Freddy Muli Minta Maaf

Editor News • Kamis, 16 Februari 2017 | 19:02 WIB
Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja  ADU KUAT: Pemain PSS Sleman Imam Bagus Kurnia (kanan) berebut bola dengan pemain Persegres Gresik United Jecky Arisandi dalam laga Piala Presiden, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kemarin (15/2). Pertandingan tersebut berakh
Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja ADU KUAT: Pemain PSS Sleman Imam Bagus Kurnia (kanan) berebut bola dengan pemain Persegres Gresik United Jecky Arisandi dalam laga Piala Presiden, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kemarin (15/2). Pertandingan tersebut berakh
SLEMAN - Alih-alih memenangi pertandingan untuk menjaga asa lolos dari Grup 1, PSS kembali harus bermain imbang saat melawan Persegres Gresik United di partai terakhir, Rabu (15/2). Skor kacamata menjadi hasil akhir kedua tim.

Berbeda dengan dua pertandingan sebelumnya, PSS seperti kehilangan akal untuk membongkar pertahanan Persegres. Lini tengah dan lini depan tak setajam saat bertemu Mitra Kukar. Meskipun ada dua kali peluang emas didapat Imam Bagus.

Pertahanan juga tak sesolid saat meredam gempuran Persipura. Sisi kiri pertahanan yang menjadi pos Revi Agung kerap dieksploitasi Patrick da Silva dan Arsyad Yusgiantoro. Ia terlihat sangat keteteran. Dominasi lini tengah Kebo Giras juga memaksa bek tengah Waluyo naik untuk melakukan intersep. Beruntung, dua kali shoot on goal Arsyad masih mampu ditahan Try Hamdani Goentara.

Pelatih PSS Sleman Freddy, meminta maaf kepada fans karena belum bisa mendapat poin penuh. Menurutnya para pemain sudah berusaha sekuat tenaga untuk menang. Namun tetap masih susah bikin gol. "Ada dua kesempatan emas yang harusnya jadi gol. Tapi memang belum dikasih mau bagaimana lagi," ujarnya setelah pertandingan.

Don Freddy mengakui jika beberapa kali pemainnya kehilangan bola terutama saat mencoba membangun serangan. Termasuk beberapa pergerakan pemainya yang belum padu. "Peningkatan stamina masih 40 persen. Teknik bagus stamina kurang jadi tidak menunjang," bebernya.

Bermain di hadapan 32 ribu pasang mata, PSS terlihat mengontrol permainan. Namun feelingball dan kontrol bola pemain tak sebaik dua pertandingan sebelumnya. PSS hampir saja keboobolan saat Patrick Silva berhasil lolos dari kawalan dan berhasil mengirim umpan ke Gufron Almaruf. Sayang sundulanya masih di tas gawang Try Hamdani.

Sisi kiri terlihat kerap diterobos pemain Persegres, Arsyad Yusgiantoro berhasil mendapat umpan di depan kotak penalti, tapi tembakannya masih tipis di sisi kiri gawang PSS. Babak pertama berkesudahan 0-0.

Di babak kedua, PSS mendapat peluang emas setelah umpan Kito dari sisi kanan permainan sampai di kotak penalti Persegres. Sayang Imam Bagus yang mendapat bola menyia-nyiakan peluang. Tembakannya masih melenceng dari sasaran.

Pemain bernomor punggung 11 itu kembali mendapat bola rebounds di dalam kotak penalti. Sayang tembakannya masih mengenai mistar gawang Aji Saka. Praktis PSS selalu mengandalkan umpan dari sayap, namun kurang maksimal karena dua striker mereka Kito Chandra dan Riski Novriansyah selalu dikawal ketat bek lawan. Sampai peluit panjang dibunyikan wasit Kusni asal Samarinda skor imbang kacamata tak berubah.

Pelatih Persegres Hanafi mengatakan, timnya kesulitan memenangkan pertandingan karena PSS main dengan mengandalkan kerjasama solid di pertahanan. Duet Waluyo dan Jodi sangat menyulitkan pemain depanya mengkreasi serangan. "Kami punya dua peluang namun kami belum matang saat menyerang. Kami rasa semua pemain sudah berusaha maksimal," ujarnya.

Ia memuji semangat juang pemainnya yang tak kenal lelah. Selanjutnya ia bersama timnya akan pulang ke Gresik dan melakukan evaluasi selama keikutsertaan di Piala Presiden tersebut. "Selesai evaluasi mungkin masuk program latihan dan uji coba," bebernya. (riz/din/mg1) Editor : Editor News
#PSS Sleman #Sepak Bola