Administrator• Kamis, 29 Desember 2016 | 13:21 WIB
PhotoRADARJOGJA.CO.ID - SLEMAN - Teka-teki mengenai nasib Seto Nurdiantoro di PSS Sleman mulai terjawab. Ia memang tidak akan lagi menjadi pelatih kepala Laskar Sembada. Meskipun setelah kontraknya habis, dia sempat ditawari kembali menjadi pelatih. Pria asal Kalasan, Sleman itu lebih memilih menjadi asisten pelatih. "Saya sadar masih perlu banyak belajar. Pengalaman membawa PSS sampai di pertandingan final menandakan banyak hal. Termasuk nanti dengan pelatih kepala yang baru," ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/12).
Seto saat ini sedang menyusun laporan tertulis evaluasi tim selama mengikuti Indonesia Soccer Championship (ISC) B kemarin. Termasuk evaluasi saat kalah atas PSCS Cilacap. Mengenai target dari manajemen sampai babak final, dia dan pemainnya sudah memenuhi capaian yang diinginkan manajemen. Namun memang di partai final timnya gagal setelah dikalahkan secara dramatis dengan skor 4-3.
PSS di bawah asuhan Seto adalah perpaduan pemain muda dan pemain senior yang dinilai banyak orang sudah habis. Seperti nama-nama Mahadirga Lasut, Denny Rumba, Waluyo, dan Dicky Prayoga nyatanya masih bisa Moncer dan membawa Super Elja sampai partai puncak. Seto juga mempercayai pemain muda Bagas Adi Nugroho di posisi bek tengah dan mampu berduet dengan pemain senior lain.
Termasuk Chandra Lukmana, Rama Yoga, Andi Sandria dan Kito Chandra yang naluri golnya masih mengilap meskipun tidak pada posisi aslinya. Mantan striker Persis Solo dan Madiun Putra itu diubah menjadi gelandang serang dan sayap kiri. "Dengan keterbatasan pemain saat itu, saya memang harus menggunakan potensi yang ada di tim. Kami berharap dengan evaluasi dan masukan yang positif, PSS akan lebih baik musim depan," tuturnya.
Nama yang disebut-sebut menjadi pengganti Seto adalah mantan pelatih Tim Nasional (Timnas) U-19, Eduard Tjong. Edu, sapaanya akan menjadi pelatih PSS di Piala Presiden pertengahan Januari mendatang dan Divisi Utama pertengahan Maret 2017. Mantan pelatih Persela Lamongan dan Gresik United itu mengaku telah dikontak manajemen PSS melalui agennya. Namun manajemen PSS melalui manajer dr. Arif Juli Wibowo belum memberikan keterangan resmi. "Pertengahan Januari sudah ada informasi resminya. Ditunggu saja," ujarnya singkat.
Di tahun 2016 Edu sempat menjadi pelatih Timnas U-19 dan Gresik United. Sebelumnya ia pernah menahkodai klub ISL seperti PS TNI, Persela Lamongan, Persiram Raja Ampat, dan Persiba Balikpapan. Belakangan mantan pemain Arseto Solo tersebut memang tidak memperpanjang kontraknya di Persegres. Sejak Selasa (27/12) lalu, Edu mengatakan tidak lagi menjadi pelatih Persegres. "Jika saja Persegres tidak berada diposisi 17 klasemen akhir ISC A, saya masih mau melanjutkan kerjasama. Target manajemen terlalu berat," ujarnya.
Ketika ditanyakan mengenai spekulasi menangani PSS musim depan, Edu tidak memberi jawaban pasti. Menurutnya dia masih bisa melatih klub manapun, termasuk juga PSS. (riz/din/ong)