Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSS Takluk 4-3 dari PSCS Cilacap di Final ISC-B

Administrator • Jumat, 23 Desember 2016 | 11:06 WIB
MENGUATKAN : Bupati Sleman Sri Purnomo menghampiri para pemain PSS Sleman usai melakoni laga final ISC-B di Stadion Bumi Kartini Jepara tadi malam. PSS Sleman menyerah 3-4 dari PSCS Cilacap.(RIZAL SETYO NUGROHO/RADAR JOGJA)
MENGUATKAN : Bupati Sleman Sri Purnomo menghampiri para pemain PSS Sleman usai melakoni laga final ISC-B di Stadion Bumi Kartini Jepara tadi malam. PSS Sleman menyerah 3-4 dari PSCS Cilacap.(RIZAL SETYO NUGROHO/RADAR JOGJA)
RADARJOGJA.CO.ID - JEPARA - Pertarungan mental. Itulah yang tersaji di babak final ISC-B 2016. Kedua tim yang bertanding baik PSS Sleman maupun PSCS Cilacap menampilkan permainan menyerang dan saling berkejaran gol. Tujuh gol tercipta untuk keunggulan PSCS 4-3. Hal itu menunjukkan Laskar Nusakambangan lebih unggul dalam mentalitas. "Ketika fisik dan teknik semua pemain bagus, namun mental pemain kami lebih menguasai dan lebih unggul. Itu membuat kami lebih lepas dan keluar dari tekanan penonton dan permainan PSS," ujar pelatih PSCS Gatot Barnowo kepada wartawan.


Sementara pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengatakan, secara hasil pihaknya tentu kecewa. Namun menurutnya, dengan kondisi pemainya yang telah pincang sejak 16 besar, melaju sampai final adalah hasil terbaik. Sejak perdelapanfinal sekitar 6-7 pemainnya silih berganti masuk ruang perawatan. Mulai dari Waluyo, Dave Mustaine, Eka Angger, Denny Rumba, Oya Winaldo dan Rama Yoga. "Target awal kami memang sampai final, dan sudah menjadi hasil terbaik. Kami syukuri dan akan ada evaluasi, kami kembalikan ke manajemen seperti apa," ungkapnya.


Kepercayaan diri dan tidak mampu menjaga fokus sekecil apapun di partai krusial bisa menjadikan yang fatal. Dari pertandingan tersebut, koordinasi di lini belakang patut dievaluasi. PSS sempat menambah penyerang dengan memasukkan Chalwa di tengah pertandingan. Namun sisi kiri pertahanan PSS yang terus dieksplorasi pemain PSCS meninggalkan lubang. "Semuanya saja sebenarnya, tidak hanya pemain belakang. Transisi juga harus diperbaiki lagi," bebernya.


Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya yang menguasai Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, PSS Sleman menyentak di menit pertama sejak peluit panjang dibunyikan. Baru semenit waktu berjalan, Dave Mustaine mencatatkan namanya di papan skor.


Sundulannya memanfaatkan tendangan bebas Mahadirga Lasut di sisi kanan pertahanan PSCS, meluncur deras ke gawang Ega Rizky Pramana. PSS memimpin 1-0. Tertinggal, PSCS mencoba keluar menyerang. Lima menit berselang, Ugik Sugiyanto menchip bola yang masih bisa ditepis Agung Prasetyo. Namun di menit 7 gol balasan PSCS tercipta lewat kaki Ugik Sugianto setelah memanfaatkan rebound sepakan Rendy Saputra. Tepisan Agung yang terlambat dicover lini pertahanan, dipelintir mantan pemain Persiba Bantul dan masuk ke gawang.


Setelah skor imbang, Laskar Sembada justru yang lebih banyak ditekan. Ugik, Taryono dan Saiful Bahri bergantian menusuk lini pertahanan PSS. Terutama di sektor kiri yang dikawal Eka Angger. Benar saja, petaka bagi PSS datang di menit 32. Tembakan keras Ugik yang tak terjangkau Agung merobek gawang PSS. Laskar Nusakambangan berbalik unggul.


Setelahnya, PSS mencoba mencari gol penyama, namun berkali-kali percobaan Dave, Kito Chandra dan Rizki Novriansyah masih bisa diredam barisan pertahanan PSCS yang digalang Khomad Suharto dan Syaiful Lewenusa. Sampai rehat, skor masih 2-1 untuk PSCS.


Selepas turun minum, anak-anak Sleman berkali-kali mencoba menekan pertahanan Cilacap. Namun Jimmy Suparno dkk bermain disiplin. Gol penyama Super Elang Jawa baru lahir di menit 79 lewat sepakan Busari setelah menerbos barisan tengah pertahanan Laskar Nusakambangan. Sampai waktu normal berakhir skor 2-2. Pertandingan dilanjutkan ke babak extra-time.


PSS kembali tertinggal di menit 101, Haudi Abdillah mengubah skor setelah bola silangnya masuk ke gawang. Namun Tri Handoko yang masuk menggantikan Kito Chandra membawa PSS menyetarakan kedudukan di menit 106. Bola rebound yang mengenai mistar gawang berhasil dimaksimalkan untuk menjadi gol.


Said Nurul Aqsor yang masuk sebagai pemain pengganti membawa PSCS kembali memimpin 4-3. Bola umpan lambung dari kiri pertahanan PSS salah diantisipasi pemain belakang dan dicocor masuk ke gawang. PSS mencoba mencari gol penyama. Namun di tengah-tengah upaya tersebut, berkali-kali pemain PSCS mengulur-ulur waktu dengan berpura-pura cidera.


Penonton yang emosi lalu melemparkan kembang api dan flare ke tengah-tengah lapangan. Termasuk melakukan lemparan benda-benda ke lapangan. Wasit Oki Dwi Putra lalu meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Pemain PSCS bersorak, sementara penggawa PSS yang berada di lapangan tertunduk lesu. (riz/din/ong) Editor : Administrator

#PSS #PSCS Cilacap #FInal ISC-B