Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menang 3-2 di Ekstra Time, Super Elja Tantang Perssu Super Madura

Administrator • Sabtu, 10 Desember 2016 | 17:07 WIB
COBA VENUE: Para atlet masing-masing cabor diberikan kesempatan melakukan latihan dan pengenalan lapangan. (Foto: MIFTAHUDIN/RADAR JOGJA)
COBA VENUE: Para atlet masing-masing cabor diberikan kesempatan melakukan latihan dan pengenalan lapangan. (Foto: MIFTAHUDIN/RADAR JOGJA)
RADARJOGJA.CO.ID- Langkah berat PSS Sleman menapaki babak delapan besar Indonesian Soccer Championship (ISB) B berbuah manis. Meski, dirugikan dengan sejumlah keputusan wasit dan kondisi lapangan, Busari dkk berhasil mengamankan tiket semifinal dengan kemenangan 3-2 lewat extra time.

Gol kemenangan ini, terjadi di menit 97 tambahan waktu. Itu setelah sepakan Denny Rumba menjebol gawang Perserang yang dijaga Tema Mursadat. Gol tersebut memastikan PSS menang 3-2.

Dengan hasil tersebut membuat Super Elang Jawa memastikan satu tempat di babak semifinal. PSS akan menghadapi Perssu Super Madura yang lebih dulu menang atas PSPS Pekanbaru Riau Pendukung PSS yang memadati Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, kembali bersorak.

Sebelumnya kedua tim bermain imbang 2-2 di waktu normal 90 menit. PSS leading lewat Riski Novriansyah (11) dan Busari (36), sebelum disamakan Riki Sofyan (37) dan Ervin Rianto Butar-Butar (87).

Pelatih PSS Seto Nurdiantoro mengaku kecewa dengan wasit. Dalam pertandingan tersebut, memang beberapa keputusan yang diambil merugikan PSS. "Tentang wasit kami kecewa. Tapi bukan wewenang kami mengomentari. Saya tidak akan banyak komentar," katanya.

Soal hasil, Seto mengaku puas. Kondisi lapangan yang buruk membuat permainan anak asuhnya kurang berkembang. Sehingga hanya adu kekuatan dan bukan taktik strategi. "Ke depan mudah-mudahan dapat lapangan yang bagus. Permainan enak ditonton karena kami juga ingin menghibur penonton," imbuhnya.

Manajer Perserang Babay Karnawi menyebut timnya datang ke Jepara untuk memenangkan pertandingan. Bermodal pemain muda dan kekompakan tim, sempat merepotkan PSS dan mengimbangi. "Kami bisa bermain dengan tim seadanya, namun keberuntungan belum berpihak," katanya setelah pertandingan.

Namun tekanan suporter dan kegagalan eksekusi penalti membuat mental pemain sempat down. Pelatih merangkap pemain Perserang Mustofa Aji mengatakan, sejak awal timnya tidak mau bertahan dan terus menyerang. "Namun fokus pemain turun dan terjadielanggaran di dekat kotak. Setelah gol ketiga PSS kami tidak bisa balas. Apapun hasilnya kami syukuri," imbuhnya. (riz/eri) Editor : Administrator
#PSS Sleman #PSSI #ISC B #BCS #Perserang #Perdelapan FInal ISC