1.Dukungan suporter militan penuh kreativitas BCS. Sebagai kandang PSS Sleman, dukungan suporter militan BCS bakal menaikkan motivasi berlipat-lipat Boaz Solossa dkk. Koreografi dengan nyanyian dukungan tak pernah berhenti selama 2x45 menit juga bisa menjadi teror bagi kekuatan tim lawan. Itu belum dukungan suporter lain di DIJ dan sekitarnya. Kapasitas 40 ribu kursi bisa penuh sesak pecinta Timnas.
(Foto: SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
)
2. Kualitas rumput kelas Eropa. Pelatih Alfred Riedl selama ini mengandalkan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki. Makanya, saat Timnas menjalani pemusatan latihan, Stadion Maguwoharjo sempat menjadi pilihan untuk memantapkan strategi, umpan pendek dan pressing ketat. Jenis rumput Zoysia Matrella (ZM) sangat cocok untuk mengalirkan bola dengan umpan-umpan pendek. Selain itu, dukungan sistem drainase yang baik, membuat rumput stadion milik Pemkab Sleman ini tak tergenang saat hujan lebat mengguyur.
3. Konsep Mini San Siro seperti di Milan, Italia. Kehadiran suporter dalam sepakbola sangat penting. Bagi tim tuan rumah, suporter adalah pemain ke-12. Tapi, kehadiran suporter jika konsep stadion masih terdapat lintasan atletik pasti tak membuat suasana gemuruh. Bisa menciptakan suasana gemuruh ini hanya ada di Stadion Maguwoharjo. Tanpa lintasan lari, jarak suporter di atas lapangan, tetap membuat pemain dan ofisial nyaman dan aman.
4. Akses mudah. Ini menjadi salah satu syarat untuk menggelar laga internasional. Akses mudah ini, untuk antisipasi jika terjadi kerusuhan bisa dengan cepat untuk melakukan evakuasi. (eri/dem) Editor : Administrator