"Setelah ini tidak ada lagi tim Bantul, Kota Jogja atau Sleman, tapi DIJ. Kita dukung bersama untuk DIJ di Pospenas 2016," katanya, kemarin
Dijelaskan, dalam waktu tiga bulan ke depan, para atlet akan dipersiapkan semaksimal mungkin sebelum bertanding di Pospenas.
"Dari sisi kesenian pembinaannya kami pasrahkan ke Kemenag untuk membimbing," ujarnya.
Di posisi runner-up adalah Kota Jogja dengan 16 emas, 18 perak dan 24 perunggu. Disusul Sleman yang memperoleh 12 emas, 20 perak dan 19 perunggu. Di tempat keempat adalah Kabupaten Kulonprogo yang menyabet lima emas, tiga perak dan enam perunggu. Posisi juru kunci ditempati kontingen Gunungkidul yang mendapatkan dua emas, tujuh perak dan 17 perunggu.
Melihat ketatnya perolehan medali, Edy menyebut kondisi itu menunjukkan mulai adanya pemerataan mutu dan kualitas olahraga di setiap kontingen.
"Ke depan jelang Pospenas, untuk yang tim beregu kita optimalkan dan kita tingkatkan kemampuannya," tandasnya.
Event tahunan yang akan berlangsung hingga akhir Juli tersebut diikuti oleh 785 atlet dengan menerapkan aturan ketat terhadap para peserta. Yakni peserta harus merupakan santri dari sebuah pondok pesantren. Tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan yakni atletik, bola voli, tenis meja, pencak silat, bulutangkus, futsal dan senam santri. Sedangkan enam cabang seni yang dilombakan yakni qasidah, hadrah, kaligrafi, stand up comedy, pidato dan cipta puisi.(riz/dem) Editor : Administrator