SNOOKER: Jeffri Pratama dan kawan-kawan saat latihan dalam program Puslatda PON 2016 biliar.
JOGJA - Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) DIJ terus menggembleng sembilan atletnya. Melalui program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).
Hal ini tak terlepas dari target yang diberikan kepada Tim Biliar DIJ untuk meraih dua medali emas, dua perak dan satu perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Pelatih Tim Biliar DIJ Polim Tito mengatakan, peluang itu masih terbuka lebar.
‘'Apalagi dari 16 nomor yang dipertandingkan di PON yang akan digelar September di Jawa Barat, Tim DIJ berhasil mendapat seluruh kuota," kata Polim.
Sembilan atlet DIJ akan main di semua nomor yang dipertandingkan. ‘'Satu atlet bisa main di dua atau tiga nomor," ujar Polim (22/3).
Sembilan atlet yang lolos ke PON 2016 yakni Fatih Setia (pool putri 8 ball), Widi Harsoyo (pool putra 8 ball), Iwan Aprianto (pool putra 9 ball), Jeffri Pratama (pool putra 10 ball), Wisnu Eko (pool putra 10 ball), Gebby AWP (snooker english billiard), Deddy Handoko (snooker 15 reds), Agus Budiarto (carom 1 cushion) dan Ardi Satri (carom 3 cushion).
Menurut Polim, peluang paling terbuka untuk mencuri medali emas ada di divisi snooker. Dengan nomor yang dipertandingkan yakni nomor six red, nomor english biliard single dan english biliard double.
"Divisi lain seperti pool dan caroom tidak bisa kami prediksi. Karena di situ persaingan lebih ketat, namun peluang tetap ada," ujar Polim.
Dia menjelaskan, empat dari sembilan atlet yang lolos PON masuk Puslatda Mandiri. Meski begitu, program pelatihan tetap sama, baik yang untuk regular maupun mandiri.
Saat ini, para atlet menjalani latihan rutin seminggu tiga kali dengan durasi sekitar lima jam. Tiga bulan jelang PON, durasi latihan akan ditambah menjadi dua kali lipat.
"Sementara yang latihan bersama delapan atlet, karena yang satu, yakni Gebby masih di Pelatnas. Semoga April dia bisa bergabung dengan yang lain," ujar Polim.
Selain latihan rutin, tim pelatih dan Pengda juga mengupayakan atlet agar bisa mengikuti turnamen skala nasional. Hal ini untuk mengukur kemampuan para atlet, dan mengintip kekuatan lawan.
"Pesaing terberat saat Pra-PON kemarin DKI dan Jateng. Tapi anak-anak mampu bersaing. Dan untuk banyaknya jumlah atlet yang lolos, DIJ di peringkat ketiga untuk kelolosan, setelah DKI, Jateng dan Jatim di bawah DIJ," ujar Polim. (dya/iwa/ong) Editor : Administrator