TEGANG: Keributan mewarnai pertandingan leg kedua playoff Jawa Liga Nusantara saat Sleman United menjamu Blitar United di Stadion Tridadi Sleman, kemarin (31/10).
Menambah "Duka" Publik Sepak Bola Bumi Sembada
SLEMAN-Tim Sleman United (SU) yang ber-laga di Liga Nusantara sejatinya sangat diha-rapkan dapat menjadi pelipur lara publik sepak bola Sleman usai didiskualifikasinya PSS Sleman dari ajang Divisi Utama 2014. Sayangnya, SU gagal mengobati kekecewaan tersebut karena gagal melaju ke putaran na-sional Liga Nusantara 2014.
Pada laga leg kedua playoff Jawa melawan Blitar United (BU) di Stadion Tridadi kemarin (31/10), Chandra Lukmana dkk sejatinya cu-kup hanya mengemas kemenangan 1-0. Ya, dengan kemenangan 1-0, SU dinyatakan me-nang agresivitas gol tandang dari BU. Saat bermain di Stadion Gelora Supriyadi Kota Blitar, SU kalah dengan skor 1-2.
Namun tanpa disangka berstatus sebagai tuan rumah SU kembali menelan kekalahan dengan skor yang sama 1-2. Kinerja buruk wasit Budi Narimo dituding juga turut men-jadi penyebab kekalahan klub berjuluk The Little Eagle atau Si Elang Kecil ini.Pada menit ke- 16, wasit asal Sukoharjo ter-sebut memberikan penalti kontroversial. Hanya membentur badan, Budi menganggap bola membentur tangan bek SU. Dia pun langsung memberikan hadiah penalti untuk BU. Rahmat yang ditunjuk sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Memasuki babak kedua, SU sukses meny-amakan kedudukan. Gelandang Maezar Ri-zaldi berhasil menctatkan namanya di papan skor juga lewat tendangan penalti.Sayang, di menit ke- 73, impian SU melaju ke putaran nasional kandas. Gol pemain BU Fajar S mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk BU. Skor ini bertahan hingga pertan-dingan berakhir.
Buruknya kinerja Budi membuat laga ini diwarnai beberapa ketegangan. Bahkan saat laga hampir berakhir, ofisial SU ada yang men-coba masuk ke lapangan untuk melakukan protes. Tindakan tersebut juga kembali ter-jadi setelah pluit tanda berakhirnya pertan-dingan dibunyikan.
Bahkan kali ini ada be-berapa penonton yang masuk untuk melaku-kan intimidasi terhadap BudiOwner SU Wahyudi Kurniawan mengaku ke-sal dengan kinerja wasit. Wahyu menuding Budi bertindak berat sebelah dengan membela BU.
"Jujur saja saya sangat menyayangkan ki-nerja wasit. Kelihatan sekali berat sebelahnya. Tapi ya tidak apa-apa mungkin Liga Nusantara kali ini bukan rezeki kami," jelasnya.
Sesepuh sepak bola Sleman yang juga menyak-sikan laga tersebut Sukidi Cakrasuwignyo mengaku kecewa dengan kekalahan SU. Apalagi SU cukup diharapkan bisa mengobati luka penggemar sepak bola Sleman.
"Namun ya sudahlah. Sepak bola Sleman memang sedang dirundung duka. Semoga duka ini segera ber-akhir," tegasnya. (nes/din/ong) Editor : Administrator