SLEMAN - Sebanyak 413 orang di SMKN 2 Jogja diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu dari program makan bergizi gratis (MBG). Saat itu menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, ayam gongso, tempe krispi, tumis labu siam dan wortel, serta buah pisang yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sleman Depok Caturtunggal 3.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati menjelaskan, usai kejadian langsung dilakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui faktor risiko dari lingkungan dan proses pengolahan pangan.
Total penerima manfaat dia sebut ada 2.010 orang terdiri siswa SMKN 2 Jogja sebanyak 1.758 orang dan tenaga pendidik 194 orang. Lalu dari Posyandu Srikandi terdiri dari tiga ibu hamil, 24 ibu menyusui, dan 31 balita.
Baca Juga: Stunting di Kot Jogja Turun Signifikan, Kini Jadi 8,24 Persen: Klaim Intervensi Gizi sejak Dini
"Atas kejadian ini sekolah memang membuat Google Form dan ada 413 orang yang mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, dan diare," katanya dihubungi Rabu (23/9).
Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi sementara dia sebut memang ditemukan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Terutama terkait pemantauan suhu penyimpanan freezer yang belum dilakukan secara berkala, penggunaan keranjang berongga tanpa wrapping untuk penyimpanan bahan pangan.
Tim juga menyoroti pemantauan UV Water Sterilizer yang belum rutin, belum adanya kerja sama pest control, serta masih terdapat lemari kayu yang lembab.
Baca Juga: Temukan Bukti Percakapan Seksual, Istri Laporkan Gus Nurul dan FN atas Dugaan Perzinaan ke Polda DIY
Tim juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap menu ayam gongso yang diduga jadi penyebab persoalan ini. Yuli mengatakan ayam segar 75 kilogram datang pada 15 September 2026 pukul 17.00, lalu dicuci menggunakan air keran mengalir sebanyak dua kali dan dibilas menggunakan air Aqua asli.
Lalu pukul 17.30 ayam mulai diungkep selama 15 hingga 20 menit. Proses selanjutnya ayam ditiriskan dan didinginkan pada suhu ruang dapur selama 30 hingga 45 menit tanpa pengukuran suhu.
Ayam kemudian dimasukkan pada freezer dari pukul 21.15 hingga pukul 03.00. Setelah itu dikeluarkan secara bertahap ke chiller untuk thawing selama 30 menit kemudian dibiarkan pada suhu ruang dapur selama 15 menit.
Baca Juga: Dari Lima Hati, Tiga Hati Sudah Hancur, BCS Beri Ultimatum untuk Pieter Huistra dan Manajemen PSS
Pukul 04.00 mulai memasak kuah ayam gongso. Sementara suhu kuah saat ditempatkan di mangkok stainless tercatat 73 derajat celcius. Pencampuran ayam dengan bumbu sendiri mulai pukul 04.30 dan proses memasak selesai pukul 06.30.
"Dilakukan lima sesi pemasakan, masing-masing sekitar 15 menit dengan persiapan sepuluh menit," lanjutnya. (del/pra)
Editor : Heru Pratomo