Suporter PSIM dan PSS Bacakan Ikrar Damai, Siap Terima Pengalihan Lokasi Pertandingan

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 23:45 WIB
Perwakilan kelompok suporter bersama manajemen dan panitia pelaksana pertandingan klub PSIM Jogja dan PSS Sleman mengikuti acara komitmen bersama untuk menjaga sportivitas selama kompetisi Super League 2026/2027, di Aula Promoter Mapolda DIJ, kemarin (16/9). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Perwakilan kelompok suporter bersama manajemen dan panitia pelaksana pertandingan klub PSIM Jogja dan PSS Sleman mengikuti acara komitmen bersama untuk menjaga sportivitas selama kompetisi Super League 2026/2027, di Aula Promoter Mapolda DIJ, kemarin (16/9). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

 

 

 

SLEMAN – Laga Derby DIY yang mempertemukan PSIM Jogja dan PSS Sleman, sesuai jadwal pada 10 Desember mendatang di SSA, Bantul. Tapi persiapan sudah dilakukan sejak September ini. Di antaranya dengan ikrar damai suporter dari kedua klub di Gedung Promoter, Mapolda DIY, Rabu (16/9).

Berdasarkan dokumen kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh manajer klub, Panpel, serta para perwakilan suporter dari Slemania, Brigata Curva Sud (BCS), Brajamusti, dan The Maident. Terdapat beberapa poin yang disepakati.

Yang pertama seluruh elemen telah sepakat untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama kompetisi Super League 2026/2027 berlangsung.

Baca Juga: Korban dan Tiga Saksi Kekerasan Seksual di Sleman Diintimidasi, Minta Perlindungan ke LPSK

 Lalu, siap menerima pengalihan lokasi pertandingan apabila pertimbangan keamanan tidak memungkinkan laga digelar di lokasi awal. Dilarang membawa tongkat bendera dalam bentuk apa pun.

Termasuk bambu, kayu, paralon, tiang pancing, saat berangkat maupun pulang ke stadion. Tak hanya itu, para suporter juga dilarang keras menyalakan flare, laser pena, kembang api, petasan, hingga smoke bomb. 

Para suporter dilarang melakukan provokasi, intimidasi, pengrusakan, penganiayaan, pembakaran, maupun penghadangan terhadap tim lawan atau suporter lain. Menghindari provokasi serta narasi negatif di media sosial demi menciptakan suasana sejuk. 

Baca Juga: Keren! Anugerah Inovasi Gunungkidul Diikuti 149 Karya, 39 Jadi Nominator: Ini Dia Karya Terbaiknya..

Jika terjadi kerusakan fisik maupun materiil akibat ulah suporter, pihak manajemen klub, panpel, dan ketua suporter sanggup mengganti kerugian tersebut. Serta ​para pengurus suporter tidak akan melindungi pelaku anarkis dan akan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku secara kooperatif.

"Kegiatan ini tentunya diharapkan dapat sesuai dengan harapan kita, dapat menjadi hal baik untuk mengawali pertandingan kedua tim," jelas Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan.

Dia meminta supporter turut mengawal komitmen tersebut agar dapat diterapkan hingga ke tingkat akar rumput. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjaga DIY tetap aman dan kondusif.

Baca Juga: Kasus Korupsi HGB di ATR/BPN Libatkan Mantan Bupati Kebumen, Dinilai Buntut Abuse of Power

Serta diharapkan DIY dapat menjadi barometer atau contoh sebagai kota yang ramah dan aman bagi kemajuan sepak bola.

 "Mari kami kawal komitmen ini sampai ke akar rumput agar Jogja tetap aman dan bisa menjadi barometer kota yang ramah bagi kemajuan sepak bola," jelasnya usai melakukan ikrar.

 

Dari suporter, Wakil Ketua Slemania Tato Indarto menegaskan kesiapan kelompoknya untuk menurunkan ego demi menjaga nama baik Sleman dan Jogja. "Kami akan menjaga komitmen ini," bebernya.

Baca Juga: Puskesmas Temon 2 Lakukan Penelusuran Gejala usai Kasus Keracunan MBG di MTs Maarif

Ketua The Maident Rendy Agung, juga turut menyatakan kesiapannya untuk meredam gejolak di tingkat akar rumput. "Kami akan selalu menjaga arus bawah agar tetap kondusif musim ini, dan membuktikan bahwa sepak bola adalah pemersatu bangsa," tegasnya.

Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta agar poin-poin yang telah ditandatangani bersama itu bisa benar-benar DIYalankan dari hati yang tulus oleh para suporter. Sebab orang nomor satu di Bumi Sembada ini menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di DIY.

"Rivalitas suporter itu baik, tapi jangan seperti kemarin-kemarin sampai timbul gesekan. Kami satu, kami Jogja, ya kami harus damai,” tegasnya.

Baca Juga: Sopir Travel Asal Toraja Ditemukan Meninggal dalam Mobil Terbakar di Wamena

“Tapi manajemen klub juga harus berprestasi. Kalau klubnya berprestasi dan suporternya bagus, Jogja pasti akan damai.”

Sedang Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, melalui kegiatan tersebut, sejumlah komitmen yang tertuang dalam kesepakatan bersama diharapkan dapat menyelesaikan sebagian persoalan yang selama ini kerap membutuhkan negosiasi menjelang pertandingan.

"Seperti misalnya situasi tidak memungkinkan harus dipindah tempat, nah itu juga sudah tertuang di dalam kesepakatan tadi," tuturnya. (ayu/cin/pra)

Editor : Heru Pratomo
Derby DIY PSS PSIM Ikrar damai POLDA DIY