Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Fajar Kurniawan Dukung Jadikan Sungai Alternatif Wisata Baru

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 06:38 WIB
Kegiatan susur dan bersih-bersih Sungai Code yang dimulai dari belakang Hotel Tentrem menuju Pasar Minggon, Kemantren Jetis, Kota Jogja, Jumat (4/9/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Kegiatan susur dan bersih-bersih Sungai Code yang dimulai dari belakang Hotel Tentrem menuju Pasar Minggon, Kemantren Jetis, Kota Jogja, Jumat (4/9/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

 

JOGJA - Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Fajar Kurniawan memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemkot Jogja yang mengkampanyekan potensi wisata berbasis sungai. Baik itu di Sungai Code, Winongo, maupun Gajah Wong. 

 

Fajar menilai, inisiatif tersebut sangat strategis untuk menciptakan alternatif destinasi baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja. Sekaligus dapat memecah konsentrasi wisatawan yang selama ini selalu terpusat di kawasan  Malioboro, Tugu, dan Keraton (Gumaton).

 

“Kalau kita bicara pariwisata Kota Jogja, kita punya potensi sungai yang sangat bisa dikembangkan,” ujar Fajar saat diwawancarai, Rabu (9/9).

Baca Juga: Giliran Area Hutan Pohon Jati Milik Perum Perhutani di Kebumen Terbakar

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, pengembangan wisata sungai juga selaras semangat penataan permukiman bantaran sungai lewat konsep Munggah Mundur, Madhep Kali. Sehingga bantaran sungai tidak hanya asri. Namun juga memiliki potensi wisata yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

 

Menurut pria yang akrab disapa Awan ini, program pengembangan wisata sungai juga akan beriringan dengan penguatan 46 Kampung Wisata yang tersebar di Kota Jogja. Ia mendorong agar ada optimalisasi potensi olahraga berbasis air (sport tourism) di sepanjang aliran tiga sungai tersebut.

 

Konsep sport tourism menurutnya efektif untuk mengubah paradigma publik yang selama ini menganggap kawasan sungai sebagai tempat yang kotor, kumuh, dan menjadi lokasi pembuangan limbah. Sekaligus memberi pengalaman baru bagi wisatawan.

Baca Juga: Disdikpora Bantul Targetkan Revitalisasi 114 Sekolah Rampung Desember

“Kehadiran atraksi olahraga air diharapkan mampu merubah citra sungai menjadi bersih, indah, serta bernilai ekonomis bagi warga sekitar,” tegas Awan.

 

Awan menegaskan, langkah percepatan inovasi destinasi wisata sungai itu cukup krusial mengingat angka kunjungan wisatawan ke Kota Jogja hingga triwulan ketiga tahun 2026 juga belum mencapai target. Sebagai mitra Dinas Pariwisata, Komisi B menyatakan kesiapannya untuk mengawal dukungan dari sisi anggaran maupun penyediaan infrastruktur. 

 

Menurutnya, kebutuhan destinasi alternatif di Kota Jogja semakin mendesak seiring adanya rencana pemberlakuan pedestrian penuh di Malioboro. Kebijakan tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada perilaku wisatawan untuk mencari objek wisata baru di luar pusat kota.

Baca Juga: Sampah Sempat Menumpuk, Tambah Sembilan Trash Barrier di Perbatasan Kota Jogja

 "Kami berusaha bagaimana daya tarik wisata dan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja bisa terus meningkat," tegas Awan.

 

Guna merealisasikan hal itu, anggota dewan yang memiliki hobi olahraga lari ini mendorong agar tata kelola sungai turut menggandeng sinergitas lintas sektor. Ia mengapresiasi langkah Pemkot Jogja yang telah melibatkan Pemkab Sleman, akademisi, hingga komunitas dalam pengembangan Sungai Code. Ia berharap konsep tersebut direplikasi pada Sungai Winongo dan Gajahwong.

 

Awan juga mendorong agar pembiayaan pengembangan kawasan sungai di Kota Jogja tidak lagi bergantung sepenuhnya pada aloaksi APBD. Namun harus bisa memanfaatkan kolaborasi dana CSR, UMKM, dan lembaga swasta lainnya. "Pengelolaan sungai maupun pengembangan potensi wisata berbasis sungai memang wajib dilakukan secara bersama-sama oleh multi-stakeholder," tegas Awan. (inu/pra)

Editor : Heru Pratomo
Fajar Kurniawan dprd kota jogja PAN Wisata sungai