JOGJA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat selama musim kemarau di DIY. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat 37 kejadian karhutla sepanjang Juli hingga 25 Agustus, dengan kasus terbanyak terjadi di Gunungkidul.
"Paling banyak di Gunungkidul ada 21 kejadian kebakaran hutan dan lahan di bulan Juli hingga 25 Agustus," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata, Rabu (2/9/2026).
Sedangkan kejadian kebakaran bangunan akibat pembakaran sampah, korsleting listrik, dan lainnya saat musim kemarau ini sebanyak 32 kejadian.
Baca Juga: Jamu Persita di Laga Perdana, Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Menolak Hat-Trick Kalah
Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, memang terjadi peningkatan kejadian karhutla dibanding kejadian kebakaran lainnya. Salah satu kejadian terbesar terjadi di wilayah Pundong hingga meluas ke arah Gunungkidul.
"Ini sudah ada peningkatan (karhutla, Red) ya, jika dibandingkan periode-periode sebelumnya,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat yang melintas juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran lahan. "Ternyata dampaknya bisa berimbas kepada kebakaran lahan," tegasnya.
Baca Juga: Rasakan Pahit Manis Bersama Laskar Sembada, Cleberson Ingin Bawa PSS Sleman ke Papan Atas
Saat disinggung mengenai adanya indikasi kebakaran yang sengaja dilakukan, hingga kini pihaknya masih menduga kebakaran tersebut terjadi secara alami. Namun, penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran. Untuk sementara, kebakaran masih dinilai terjadi secara alami berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan sejauh ini.
"Karena memang luar biasa panasnya dalam beberapa bulan terakhir ini," tandasnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita