SLEMAN - Siswa SMPN 3 Gamping berinisial HFN, 17, meninggal dunia dan telah dimakamkan, Minggu (24/8/2026) lalu. Tersiar kabar meninggalnya pelajar asal Kapanewon Godean ini dipicu tawuran antara pelajar di Jalan Siliwangi, tepatnya di sebelah timur SMPN 3 Gamping.
Salah seorang warga Dusun Nogosaren yang tidak mau disebutkan namanya mengonfirmasi peristiwa ini. Dia sebut peristiwa bermula pada Sabtu (23/8) dini hari. Saat itu korban memang menghadang rombongan siswa dari sekolah lain di wilayah Kapanewon Mlati.
Baca Juga: Warga Garongan Geruduk Polres Kulon Progo, Pertanyakan Penanganan Kasus Pungli Lurah Garongan
Sesampainya di lokasi, tertabrak motor dari rombongan tersebut. "Si anak yang menghadang itu sebenarnya sudah janjian. Kalau anak sekarang mau tawuran, itu janjian," ungkapnya saat ditemui, Senin (24/8/2026).
Dia menilai peristiwa ini dikhawatirkan jadi pemicu balas dendam apabila ada provokasi lebih lanjut. Apalagi berdasarkan pantauannya Senin pagi, ada sejumlah anak SMA yang diduga alumni dari SMPN 3 Gamping berkelompok memantau lokasi peristiwa terjadi.
Baca Juga: Siswi SMP di Kota Jogja Jadi Korban Pencabulan Karyawan UKS, Modus Oles Minyak
Sementara itu, PS Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menjelaskan, informasi terkait saling cegat dua kelompok SMP ini masih didalami. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian itu.
Kronologi sementara yang disampaikan Argo sebatas dugaan kecelakaan lalu lintas. Peristiwa itu melibatkan sepeda motor Honda Vario dan seorang pejalan kaki. Pengendara sepeda motor berinisial RAJ yang merupakan pelajar asal Kapanewon Gamping berusia 14 tahun. Bersama pemboncengnya berinisial MZA yang merupakan pelajar asal Kapanewon Mlati berusia 17 tahun.
Untuk korban HFN yang merupakan pejalan kaki disebut mengalami sejumlah luka serius. Di antaranya patah tulang pada kaki kanan dan cedera kepala berat. Dia sebut korban kemudian meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Queen Latifa.
"Berdasarkan keterangan awal, sepeda motor ini melaju dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di lokasi, terdapat pejalan kaki dan sejumlah orang di badan jalan," katanya.
Baca Juga: Siswa SMPN 3 Gamping Tewas Tertabrak Motor, Polisi Dalami Dugaan Saling Cegat Pelajar
Karena jarak sudah dekat, dia sebut sepeda motor diduga tidak dapat menghindar hingga terjadi benturan dengan pejalan kaki. Akibat peristiwa itu, sepeda motor mengalami kerusakan dengan kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 2 juta.
Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, mengecek kondisi para korban, mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan saksi. Itu dilakukan untuk proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kepsek Minta Publik Tidak Berspekulasi
Kepala Sekolah SMPN 3 Gamping Yuliyanto mengonfirmasi bahwa yang meninggal dunia adalah salah satu siswanya berinisial HFN dan masih duduk di kelas VIII. Dia mengaku belum tahu kronologi jelas peristiwa seperti apa dan masih menunggu informasi resmi dari kepolisian.
Disinggung isu mengenai siswa ini terlibat tawuran, dia tidak mau berkomentar banyak. Dia mengaku tidak mau serta-merta langsung menarik kesimpulan karena dikhawatirkan justru memprovokasi untuk balas dendam. Pesan ini telah juga telah dia tegaskan saat menjadi pembina upacara Senin pagi.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Kalimantan Semakin Parah, Warganet Soroti Orang Utan yang Kehilangan Tempat Tingg
"Kalau di media sosial itu memang tidak karu-karuan. Makanya saya bilang pokoknya berita resmi dari sekolah dan anak-anak jangan mau diajak apa pun," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/8).
Yuliyanto ingin fokus pada yang dihadapi bahwa ada salah satu siswanya meninggal dunia. Pihak sekolah telah menyampaikan rasa duka kepada keluarga, bahkan para siswa juga turut takziah pada saat pemakaman, Minggu (23/8/2026) sore.
Senin siang sekolah juga menyelenggarakan salat gaib untuk mendoakan almarhum dan bersolidaritas memberi sumbangan uang duka. Sementara kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan biasa. "Berdasar info guru bimbingan konseling, keseharian almarhum itu baik dan santun," ujarnya.
Berdasarkan sepengetahuannya, sampai saat ini belum ada siswanya yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Hanya saja Senin dijadwalkan dari pihak polsek akan datang ke SMPN 3 Gamping untuk berkoordinasi dengan dirinya.
Baca Juga: Pengawasan Anak di Dunia Digital Diperkuat, Disdikbud Kota Magelang Ingatkan Efek Media Sosial
Dia menyebut sekolah sendiri sudah sangat aktif melakukan pembinaan kepada para siswa, termasuk melakukan pemeriksaan telepon genggam apabila ada dugaan pelanggaran. Yuliyanto memastikan di sekolah yang berlokasi di Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, ini tidak ada geng pelajar. Hanya ada kelompok-kelompok layaknya anak-anak remaja biasa.
Sekolah sendiri diakui tidak bisa mengatur terlalu jauh, apalagi jika kegiatan dilaksanakan di luar jam pembelajaran. "Sebenarnya beberapa tahun ini sudah tidak ada masalah seperti itu. Kami juga kaget tiba-tiba ada ada kejadian meninggal seperti ini," tambah Yuliyanto. (del/laz)
Sumber : Radar Jogja