JOGJA – Kegiatan kolosal Jogja Merah Putih digelar di kawasan Malioboro, Sabtu (15/8) sore. Acara menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu membentangkan bendera merah putih sepanjang 481 meter dari kawasan Tugu ke Malioboro, hingga berakhir di Titik Nol Kilometer.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.000 orang yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat umum.
Hal itu sesuai harapan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X, yang meminta masyarakat jangan hanya jadi penonton. HB X ingin masyarakat yang berada di sepanjang jalan dapat turut terlibat, seperti memegang bendera merah putih.
Baca Juga: Hari Jadi Ke-81 Jateng: Berkat Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing
"Jadi memang bendera itu harapannya Ngarsa Dalem, semua masyarakat bisa memegang semua. Kalau enggak kita siapa lagi yang memuliakan atau merasa kita punya bendera merah putih," tutur Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono. Tahun ini, kegiatan itu digelar di dua lokasi, yakni Malioboro pada Sabtu (15/8) dan Pantai Parangtritis pada Sabtu (22/8) mendatang.
Panjang bendera 481 meter memiliki filosofi tersendiri. Angka empat melambangkan empat penjuru mata angin, sedangkan angka 81 merujuk pada usia kemerdekaan Indonesia tahun ini. "Dari utara, selatan, timur, barat kita datang di Jogja, tapi untuk bersatu. Di tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," jelasnya.
Yuniar menegaskan, kain Merah Putih tersebut dibuat khusus untuk kegiatan tahun ini dan memiliki panjang 481 meter secara utuh tanpa sambungan."Memang spesial. Spesial khusus dan ini dalam waktu sesingkat-singkatnya, dalam waktu satu minggu kain itu jadi," ujarnya.
Baca Juga: Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang
HB X menyambut positif pelaksanaan Jogja Merah Putih. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk menjaga keberadaan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap Merah Putih, khususnya bagi generasi mendatang. "Harapan saya, publik, generasi ke depan, lebih mempertahankan keberadaan dan kebanggaannya," ujarnya.
Antusiasme terhadap kegiatan tersebut juga terlihat dari wisatawan yang kebetulan berada di kawasan Malioboro. Salah satunya Devita Aristya, wisatawan asal Lamongan, yang sengaja menyempatkan diri menonton setelah mengetahui adanya kegiatan tersebut.
"Saya di Jogja main dan wisata sama kakak, soalnya mumpung libur, dan ternyata ada karnaval bendera ini, jadi sengaja datang untuk nonton," kata Devita.
Baca Juga: Dua Bulan Kejar Hafalan Ayat Suci Hingga Sempat Frustrasi, Balada Pemain Film Munafik: Melawan Iblis
Menurutnya, Jogja Merah Putih memiliki daya tarik tersendiri karena berbeda dari karnaval budaya yang biasa ia saksikan. Ia juga melihat antusiasme peserta dan masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut cukup besar.
"Acaranya menarik dan megah ya menurut saya. Ini berbeda dari karnaval budaya yang biasa saya lihat. Karena antusiasme dari peserta atau penontonnya juga besar sekali ini tadi," ujarnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo