Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Panas Dongkrak Wisatawan Mancanegara ke DIY, GIPI Prediksi Puncak Kunjungan pada Agustus

Fahmi Fahriza • Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:29 WIB
Wisatawan asing berjalan menyusuri jalan saat sore di kawasan Malioboro, Jogja, Selasa (3/9). BPS DIY mencatat jumlah kunjungan wisman pada Januari hingga Juli 2024 sebanyak 62.317 orang.
Wisatawan asing berjalan menyusuri jalan saat sore di kawasan Malioboro, Jogja, Selasa (3/9). BPS DIY mencatat jumlah kunjungan wisman pada Januari hingga Juli 2024 sebanyak 62.317 orang.

 

JOGJA - Arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke DIY saat ini mulai menunjukkan peningkatan memasuki musim panas di sejumlah negara. Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (DPD GIPI) DIY memprediksi tren kenaikan tersebut masih akan berlanjut hingga mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

 

Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan, periode Mei hingga Agustus memang menjadi musim kedatangan wisatawan asing karena bertepatan dengan libur musim panas atau summer holiday. Kondisi tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi di setiap tahunnya.

 

"Kalau wisatawan mancanegara, itu memang season-nya saat ini. Dari Mei, Juni, Juli, Agustus, itu karena summer. Tentunya ini jumlahnya banyak memang," ujarnya, Sabtu (18/7).

Baca Juga: UKDW Bangun Ekosistem Pengembangan Jamu Berbasis Sains, Resmikan Pojok Jamu

Menurut Bobby, geliat kedatangan wisman mulai terlihat di sejumlah kawasan yang selama ini menjadi kantong wisatawan asing, seperti Prawirotaman, Sosrowijayan, hingga kawasan Ring 1 Kota Jogja. Selain itu, peningkatan juga mulai dirasakan oleh sejumlah hotel berbintang.

 

"Kita bisa lihat di poin-poin tertentu, kemudian di Ring 1, dan segala macam sudah mulai terlihat. Saya komunikasi di beberapa hotel bintang juga pergerakan wisman lumayan, grafiknya naik. Dan sampai saya pikir peak nya nanti sampai Agustus," katanya.

 

Ia menjelaskan, selain memasuki musim liburan di negara asal wisatawan, kondisi cuaca yang relatif stabil turut menjadi faktor pendukung meningkatnya kunjungan ke DIY. Di sisi lain, situasi geopolitik dunia juga dinilai berpengaruh terhadap pergerakan wisatawan internasional.

Baca Juga: Dosen UGM Melawan, Layangkan Somasi usai Kritik Kebijakan Rotasi Pegawai Menteri PU malah Jadi Korban Doxing

"Satu cuaca stabil, dua juga geopolitik. Karena kita tidak tahu in case tiba-tiba terjadi pergolakan di Middle East, itu tentu akan pengaruh. Tapi so far, saat Middle East damai-damai saja, tentunya juga pengaruhnya positif buat kita," ucapnya.

 

Bobby menambahkan, nilai tukar dolar Amerika Serikat yang masih cukup kuat juga memberikan dampak positif terhadap kemampuan belanja wisatawan asing selama berada di DIJ.

 

"Seiring juga nilai dolarnya masih cukup lumayan, sehingga mereka juga memiliki spending yang lebih bagus," tandasnya. (iza)

Editor : Heru Pratomo
GIPI wisatawan mancanegara Bobby Ardiyanto DIY prawirotaman