JOGJA - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku terbuka untuk berdiskusi mencari solusi terkait rute jalur sepeda dengan komunitas Jogja Last Friday Ride (JLFR). Hasto pun mengundang komunitas JLFR untuk datang ke acara open house wali kota yang rutin digelar tiap Rabu pagi di Balai Kota Jogja.
Hal itu ditulis oleh akun Instagram pribadi Hasto Wardoyo @dokterhasto saat membalas masukan dan pertanyaan di kolom komentar postingan Pemkot Jogja, Jumat (10/7/2026).
"Saya sangat terbuka untuk berdiskusi dengan teman-teman JLFR. Setiap Rabu pukul 05.30 WIB - selesai saya selalu Open House di kantor Wali Kota Yogyakarta. Saya berharap teman-teman komunitas JLFR bisa hadir agar dapat menyamakan persepsi, berkolaborasi mengemas rute edukatif/budaya sekaligus mencari solusi terbaik bersama demi kenyamanan seluruh pengguna jalan di Jogja."
Ajakan Hasto tersebut sebagai respon kritikan dari JLFR yang pada penyelenggaraan terakhir pada Jumat (26/6) lalu sempat dihadang aparat kepolisian untuk masuk kawasan Malioboro.
Beragam alasan disampaikan, mulai dari kemacetan hingga perilaku para pesepeda di jalanan yang mendapatkan keluhan dari pengguna jalan lainnya.
Sebelumnya, JLFR dalam keterangan tertulisnya menyebut setiap kegiatan di ruang publik harus diselenggarakan secara tertib, menghormati aturan, serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat.
Apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, kami terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan,” ujar perwakilan JLFR melalui keterangan tertulis kepada Radar Jogja, Kamis (2/6/2026).
Namun demikian, JLFR juga berharap ada pendekatan yang dilakukan kepada komunitas dilakukan secara proporsional, humanis, dan mengedepankan dialog.
Sebab keselamatan, ketertiban, dan penghormatan terhadap hukum adalah tujuan bersama.
Bukan alasan untuk menghilangkan ruang ekspresi warga negara yang dilakukan secara damai.
Editor : Heru Pratomo