Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanda Larangan Tak Terlihat hingga Infografis Pudar, Sebabkan Fasilitas Air Siap Minum di Titik Nol Masih Disalahgunkaan

Iwan Nurwanto • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:37 WIB
CARA BENAR: Wisatawan saat minum dan mengisi botol di fasilitas water station di depan Benteng Vredeburg Rabu (8/7/2026). Cara tersebut merupakan salah satu cara yang benar. IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
CARA BENAR: Wisatawan saat minum dan mengisi botol di fasilitas water station di depan Benteng Vredeburg Rabu (8/7/2026). Cara tersebut merupakan salah satu cara yang benar. IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

JOGJA - Fasilitas air minum gratis atau water station yang dipasang di kawasan Malioboro masih kerap disalahgunakan. Padahal fungsi utamanya untuk dikonsumsi atau mengisi botol air untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Pantauan Radar Jogja Rabu (8/7/2026) siang, di kawasan Titik Nol Kilometer tepatnya depan Benteng Vredeburg sejumlah wisatawan masih menggunakan fasilitas tersebut untuk cuci tangan. Salah satunya wisatawan asal Jawa Tengah yang enggan disebut identitasnya. 

Wisatawan tersebut mengaku reflek menggunakan water station untuk cuci tangan karena merasa kotor usai mengonsumsi camilan. Dia berdalih tidak mengetahui tanda larangan yang terpasang di fasilitas tersebut karena ukurannya kecil.

Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Kembali Merombak JPTP, Sembilan Kepala OPD Dirotasi dan Promosi Melalui Talent Pool

Berdasarkan pengamatan Radar Jogja, tanda larangan cuci tangan pada water station di depan Benteng Vredeburg memang tidak terlalu besar. Bahkan untuk penjelasan larangannya juga telah pudar.

Selain itu, infografis tentang cara penggunaan yang sebelumnya terpasang di dekat keran juga sudah tidak ada.

“Saya tidak tahu kalau ternyata ini khusus buat minum, baru sadar pas dibilangin,” ungkap wisatawan tersebut saat ditemui.

Meski ada wisatawan yang menyalahgunakan water station, masih tetap ada wisatawan yang sadar bagaimana menggunakan fasilitas secara benar.

Baca Juga: Renovasi Fisik Mandala Krida Paling Cepat 2028, BPO DIY Masih Fokus Tuntaskan MC-0 Tunggu Pergeseran Anggaran

Haryadi Putra misalnya. Wisatawan asal Jakarta itu mengaku sudah paham dengan fungsi water station. Salah satunya untuk mengisi botol minum. Dia juga sangat terbantu dengan fasilitas tersebut.

“Dari awal saya tahu ini untuk reffil (mengisi ulang botol minum),” ungkapnya.

Adapun water station di kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer resmi aktif pada awal 2026. Total ada lima titik. Di depan Hotel Grand Inna Malioboro, depan Jogja Library Center, depan pintu barat Kepatihan, depan Gedung Agung, dan di depan Benteng Vredeburg.

Baca Juga: Kim Klaim Banyak Pemain Yang Ingin Gabung ke PSS Sleman

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengakui, beberapa titik water station memang perlu diremajakan lantaran kondisinya rusak akibat sering digunakan anak-anak untuk bergelantungan. Serta disalahgunakan untuk cuci muka dan tangan.

Hasto memastikan, kerusakan di water station akan segera diperbaiki. Di samping itu, juga akan terus mengedukasi wisatawan dan masyarakat agar menggunakan fasilitas tersebut sebagaimana mestinya.

“Jangan gara-gara masyarakatnya tidak kondusif (merusak fasilitas) terus akhirnya kita berhenti (menutup fasilitas water station). Menurut saya edukasi saja,” terangnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Infografis Pudar #Fasilitas Air Siap Minum #Disalahgunkaan #Titik Nol Kilometer #Tanda Larangan Parkir