JOGJA - Kekhawatiran akan terjadi migrasi massal pasca-kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax tak terjadi di wilayah DIY. Paling tidak hal itu terlihat dari jumlah penambahan pendaftar barcode BBM bersubsidi.
"Pendaftaran QR Code hanya 20 se-DIY itu kan sangat kecil, jadi tidak ada migrasi yang terlalu masif," kata Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, Jumat (20/6).
Meskipun begitu dia mengakui, oasca-kenaikan harga BBM nonsubsidi adanya antrean kendaraan untuk jenis BBM subsidi Pertalite. Tapi dia meminta masyarakat tak perlu panik ketika melihat antrean kendaraan di SPBU. Menurut dia, hal itu bukan menunjukkan adanya kelangkaan.
"Tapi kita ini dihadapkan pada situasi terkini memang ada peralihan (Pertamax ke Pertalite), tapi berapa peralihannya? Kami belum bisa sampaikan karena datanya belum bisa untuk menyimpulkan," ungkapnya.
Terkait antrean kendaraan di SPBU, Pertamina Patra Niaga Jateng DIY menambah petugas marshaling untuk mengatur antrean. Selain itu juga melakukan pengiriman BBM pada dinihari, menambah volume pengiriman Pertalite, membagikan AMDK (air mineral dalam kemasan) secara gratis dan memuat informasi spbu terdekat di aplikasi MyPertamina sebagai petunjuk akses energi pengunjung yang masuk ke Jateng DIY.
Taufiq juga mengucapkan terimakasih atas koordinasi lintas sektoral yang terjalin dengan Pemda dan Kepolisian. “Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemda dan kepolisian agar supply BBM terjamin dan antrian di SPBU tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: Pindah Homebase ke SSA Bantul Sepi Penonton, Manajemen PSIM Jogja Butuh Dukungan Pemerintah
Antisipasi lain disiapkan Pertamina Patra Niaga Jateng DIY jelang periode libur sekolah yang akan berlangsung pada 22 Juni - 3 Juli 2026, dengan menambah stok Pertalite berkisar 10 persen-18 persen di seluruh SPBU di Jateng dan DIY.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi situasi terkini dikombinasikan dengan tren kenaikan konsumsi Pertalite tahun lalu pada periode libur sekolah sejumlah 1,4 persen di Jawa Tengah dan 7 persen di DIY untuk semua jenis BBM.
“Kita ketahui bersama, Jateng DIY adalah 2 provinsi yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai jantung utama perekonomian, dengan jangkauan yang terakses dengan mudah dan murah, sehingga sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, ini akan kita dukung dan antisipasi,” ujar Taufiq
Baca Juga: Mentan Amran Lapor ke Presiden: Pangan Aman, Hilirisasi Dipercepat untuk Kesejahteraan Petani
Penebalan stok BBM di SPBU pun dilakukan melalui evaluasi berkala dan mengutamakan titik-titik tujuan wisata.
“Kami pertebal stok di SPBU 10 persen-18 persen tiap harinya tergantung pada prediksi konsumsi harian yang akan kita evaluasi terus setiap harinya bersama dengan SPBU,” tambahnya.
Editor : Heru Pratomo