Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gagal Temui Seluruh Fraksi DPRD DIY, Mahasiswa Ancam Eskalasi Massa Lebih Besar Pekan Depan

Iwan Nurwanto • Jumat, 19 Juni 2026 | 20:25 WIB
Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar aksi unjuk rasa di halaman DPRD DIY, Jumat (19/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka membawa delapan tuntutan untuk pemerintah, diantaranya turunkan harga BBM. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar aksi unjuk rasa di halaman DPRD DIY, Jumat (19/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka membawa delapan tuntutan untuk pemerintah, diantaranya turunkan harga BBM. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

JOGJA - Gelombang protes terhadap kebijakan pemerintah masih terjadi. Pada Jumat (19/6/2026) di Kantor DPRD DIY, massa yang mengatasnamakan Forum BEM DIY tersebut menuntut pemerintah untuk menghentikan program-program yang dianggap menyengsarakan masyarakat.

 

Dalam aksi itu massa mendesak keberpihakan wakil rakyat kepada mahasiswa. Namun upaya audiensi berakhir buntu karena mahasiswa hanya ditemui perwakilan anggota dewan. 

 

Berbeda dengan tuntutan mereka yang meminta agar dapat ditemui oleh seluruh fraksi di DPRD DIY.

 

Baca Juga: Disdikpora DIY Kumpulkan Data dan Klarifikasi Terkait Dugaan Kasus Bullying di SMAN 2 Bantul

 

Selain itu, mahasiswa juga merasa dipersulit untuk bertemu dengan para legislatif karena dihadapkan dengan berbagai persyaratan administratif. Termasuk pembatasan massa aksi yang bisa bertemu langsung dengan anggota dewan.

 

Akibat kebuntuan tersebut, Koordinator Aksi Faturahman Djaguna mengatakan bahwa pihaknya akan membawa massa lebih besar pada Selasa (23/6/2026) mendatang. Bahkan dua kali lipat dibandingkan aksi yang dilakukan saat ini.

 

“Kami menunggu janji dari DPRD, dan seluruh fraksi harus hadir untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap rakyat,” ujar Faturahman di sela aksi.

 

Baca Juga: Dua Siswa Lulus dengan Nilai Memuaskan, SD Negeri Brosot Kulon Progo Raih Prestasi Terbaik Tiga Thun Berturut-turut

 

Sekretaris Jenderal BEM DIY sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Muhammad Ilham menegaskan pihaknya menyoroti sejumlah program pemerintah di kepemimpinan Prabowo-Gibran yang justru menyengsarakan rakyat. Yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

 

Ilham mendesak agar dua program tersebut dievaluasi total. Lantaran program MBG tidak tepat sasaran. Sementara program KDMP cenderung tidak strategis karena sebagian ditempatkan pada lokasi yang tidak lazim seperti hutan. Kedua program itu juga menurutnya gagal menggerakkan perputaran ekonomi lokal di tingkat bawah.  

 

"Kami menemukan fakta di lapangan bahwa program ini tidak sesuai sasaran, sehingga perlu dievaluasi total dan dikoreksi. Ini bentuk kritik kami," tegas Ilham. 

 

Baca Juga: Catat! Pasar Kangen TBY 2026 Segera Hadir dengan Total 294 Tenant: Ini Jadwalnya

 

Sementara itu, Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono menyampaikan bahwa kapasitasnya saat ini adalah melaporkan perkembangan situasi dan aspirasi yang berkembang kepada pimpinan DPRD DIY.

 

Dia berharap aksi lanjutan yang diselenggarakan pada Selasa mendatang bisa berlangsung kondusif.

 

"Tugas saya sebatas melapor ke pimpinan, bahwa negosiasinya Selasa akan kembali dan (massa) minta dihadirkan semua fraksi. Ya tugas saya sampai di situ," tegas Yudi. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Ancam Eskalasi #Mahasiswa #Forum BEM DIY #kebijakan pemerintah #anggota dewan