JOGJA - Mengemban amanah sebagai Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja yang menjadi mitra pemerintah kelurahan dan kemantren membuat Novita Mawar Sharon fokus terhadap perkembangan akar rumput. Wanita yang dilantik legislatif di usia 24 tahun ini mendorong, supaya pemerintah di lapisan terbawah proaktif menggali potensi kampung.
Sharon sapaannya mengatakan, dirinya memiliki harapan pemerintah kelurahan tidak hanya bertugas secara administratif. Namun harus bisa menjemput aspirasi dan ide-ide kreatif dari masyarakat.
Sebab menurutnya, setiap kampung di Kota Jogja memiliki karakteristik yang bisa dikembangkan. Baik itu dari sisi destinasi wisata, usaha kreatif masyarakat, UMKM, hingga potensi budaya lokal.
Sharon menilai, potensi tersebut seharusnya bisa ditangkap oleh pemerintah kelurahan sebagai motor penggerak. Lalu di tingkat legislatif dan pemerintah kota (pemkot) mendukung dengan kebijakan serta alokasi anggaran.
“Jangan menunggu usulan datang sendiri, tetapi harus aktif turun ke lapangan untuk melihat potensi apa yang bisa dikembangkan bersama warga. Baik itu di sektor pariwisata kampung, pengembangan UMKM, hingga pelestarian budaya lokal,” ujar Sharon, Minggu (14/6).
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan setiap kampung di Kota Jogja memiliki karakteristik dan potensi yang unik. Serta sebenarnya bisa menjadi nilai tambah jika dikelola dengan serius.
Baca Juga: Sistem TKA Mirip NEM, namun Bukan Satu-satunya Penentu Masuk Sekolah Favorit
Pun banyak kampung tematik yang berhasil seringkali berawal dari inisiatif warga lalu kemudian didukung penuh oleh kebijakan dan fasilitasi di tingkat kelurahan.
Lebih lanjut, Sharon menyoroti pentingnya sinkronisasi antara usulan warga dengan program kerja kelurahan. Lantaran seringkali potensi besar yang dimiliki warga tersumbat karena kurangnya pendampingan atau minimnya kanal komunikasi yang efektif untuk merealisasikan gagasan tersebut.
"Jika kelurahannya sigap, maka usulan warga bisa segera ditindaklanjuti dengan program yang tepat sasaran," bebernya.
Sharon memandang, penguatan kampung melalui kelurahan dapat memberikan dampak berantai. Terutama dalam meningkatkan ekonomi warga. Sebab jika potensi kampung tergarap dengan maksimal, maka kesejahteraan masyarakat secara mandiri akan terbangun.
Melalui ketugasannya di Komisi A, legislatif yang terpilih dari Daerah Pemilihan II (Wirobrajan, Ngampilan, Gondomanan, dan Pakualaman) ini juga berkomitmen terus mengawal kebijakan. Terkhusus untuk memastikan kelurahan memiliki ruang dan dukungan yang cukup untuk melakukan inovasi pemberdayaan masyarakat.
"Kami ingin melihat kampung-kampung di Kota Jogja semakin berdaya, maju, dan mandiri secara ekonomi maupun sosial," tandasnya. (*/inu/pra)
Editor : Heru Pratomo