
JOGJA - Mengemban tugas sebagai anggota dewan sekaligus Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Jogja mendorong Fajar Kurniawan konsen terhadap kebijakan pemerintah di bidang olahraga. Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja itu mendesak agar revitalisasi lapangan yang digencarkan pemerintah kota (pemkot) bisa turut dilengkapi fasilitas jogging track.
Fajar mengatakan, dorongan tersebut bukan tanpa alasan. Kehadiran fasilitas jogging track bisa menjadi langkah awal mendongkrak prestasi atletik karena nantinya para atlet lokal bisa memiliki tempat untuk berlatih. Sebab faktanya, lokasi latihan olahraga atletik terbilang masih cukup minim di Kota Jogja.
Diungkap politikus 36 tahun ini, atlet atletik di Kota Jogja sampai saat ini masih harus mengandalkan Stadion Mandala Krida milik Pemerintah provinsi (Pemprov) sebagai lokasi latihan.
Sementara di wilayah lain seperti kabupaten Bantul sudah menyiapkan jogging track berstandar nasional di Lapangan Paseban. Namun di Kota Jogja fasilitas latihan yang secara resmi dimiliki oleh pemkot belum ada.
“Kami berharap Pemkot Jogja dalam proses revitalisasi lapangan itu juga bisa mengalokasikan anggaran. Karena saat ini sejauh yang saya tahu, belum ada lapangan di Kota Jogja yang dilengkapi jogging track,” ujar Fajar kepada Radar Jogja, Kamis (11/6).
Selain sebagai fasilitas latihan untuk atlet, Fajar menekankan, kehadiran jogging track juga menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit unggul demi peningkatan prestasi di bidang atletik.
Baca Juga: Solihul Hadi Kembali Nahkodai DPC PKB Kota Jogja, Persoalan Kaderisasi Jadi Evaluasi
Sebagai contoh, Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Kulon Progo yang diselenggarakan pada 2027 mendatang harus benar-benar disiapkan agar nantinya atlet dari Kota Jogja pulang membawa medali.
Kehadiran fasilitas jogging track yang mumpuni, menurut Fajar juga akan mewadahi ekosistem olahraga lari yang saat ini sedang digandrungi. Olahraga lari bisa menjadi kegiatan positif karena bisa mengurangi kenakalan remaja di tengah maraknya isu kejahatan jalanan.
“Harapan kami ketika banyak anak muda yang banyak menekuni dunia lari, selain satu memang baik dari aspek kesehatan, juga aspek sosial,” bebernya.
Baca Juga: Harga BBM Hingga Oli Naik, Pelaku Usaha Sektor Otomotif di Kulon Progo Mulai Tercekik
Fajar memaparkan, berbagai event lari yang diselenggarakan di Kota Jogja baik dalam level regional maupun nasional memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian. Oleh karena itu, ekosistem olahraga lari sudah saatnya terus dihidupkan melalui dukungan pemerintah daerah.
Sebab tidak dipungkiri, ketika ada event lari di Kota Jogja wisatawan luar daerah akan membelanjakan uangnya di Kota Jogja. Baik itu melalui kegiatan wisata kuliner maupun menginap di hotel.
“Kami berharap kolaborasi antara penyelenggara, pihak sponsor, Pemkot, dan UMKM dapat terus ditingkatkan agar kehadiran pelari memberikan dampak positif bagi pelayanan dan ekonomi di Kota Jogja," tandasnya. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo