Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

HUT Ke-79 Pemkot Jogja Dorong Wisata Niremisi Jadi Strategi Nilai Tambah Ekonomi Kota Jogja

Iwan Nurwanto • Senin, 8 Juni 2026 | 07:08 WIB
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat mengibarkan bendera tanda dimulainya parade kendaraan niremisi seperti becak listrik, motor listrik dan mobil listrik di Balai Kota Jogja, Sabtu (6/6).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat mengibarkan bendera tanda dimulainya parade kendaraan niremisi seperti becak listrik, motor listrik dan mobil listrik di Balai Kota Jogja, Sabtu (6/6).

 

Di HUT ke-79, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus mematangkan program transformasi menuju ekosistem kota niremisi. Selain proses perubahan becak motor (betor) menjadi becak listrik sebagai transportasi wisata di kawasan sumbu filosofi, juga memaksimalkan penggunaan kendaraan listrik untuk operasional.

Bagi Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, perubahan moda kendaraan konvensional berbahan bakar fosil menuju kendaraan bertenaga ramah lingkungan memang tidak lepas dari berbagai tantangan. Untuk mencapai target yang diinginkan, tentu diperlukan pendekatan yang mengedepankan aspek sosial.

Contoh dalam proses perubahan moda transportasi betor menjadi becak listrik, Hasto memastikan tetap ada solusi terbaik yang kemudian tidak mematikan mata pencaharian warga.

Baca Juga: Mufli Hidayat Dirumorkan Jadi Target Transfer PSS Sleman

Proses transformasi menuju kota wisata niremisi memang tidak bisa dilakukan serampangan tanpa jalan keluar bagi masyarakat yang terdampak langsung.  “Kami ingin memastikan bahwa transformasi menuju kota yang lebih hijau juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hasto, Sabtu (6/6) di momentum Jogja Bersinar yang menjadi rangkaian HUT Pemkot Jogja ke-79.

Mantan Kepala BKKBN itu mengungkapkan, langkah awal menuju kota nir emisi akan menyasar kawasan sumbu filosofi. Bukan tanpa alasan, sumbu filosofi dipilih sebagai pilot project kawasan wisata nir emisi karena merupakan pusat aktivitas pariwisata yang strategis untuk promosi.

Hasto pun memiliki cita-cita supaya Kota Jogja bisa menjadi percontohan nasional untuk kota wisata yang ramah lingkungan. Senafas dengan itu, pemkot juga akan terus menggenjot peningkatan infrastruktur bagi kendaraan listrik dan penambahan armada kendaraan ramah lingkungan untuk layanan pemerintah kepada masyarakat.

Baca Juga: Empat Kali Melanggar, Pengedar Miras Oplosan di Bantul Hanya Didenda Rp 5 Juta  

Dari sisi kebijakan, politisi berlatar belakang dokter itu terus memperjuangkan anggaran untuk pengadaan becak listrik dalam APBD dan menjalin kerjasama dengan banyak pihak agar konversi betor dipercepat. Sebab kondisi di anggaran daerah sendiri juga cukup minimalis imbas kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Hasto menyatakan, target bebas dari betor di kawasan sumbu filosofi khususnya Malioboro  diharapkan dapat terwujud pada 2028 mendatang. Seiring dengan itu juga dilakukan penambahan fasilitas pendukung seperti stasiun pengisian daya dan endapan bagi transportasi tradisional.

Supaya para pengemudi becak listrik bisa lebih optimal dalam melayani wisatawan.
“Upaya mendorong transportasi rendah emisi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian dari kebutuhan dan arah pembangunan Kota Jogja di masa depan,” tegas Hasto.

Baca Juga: Dirut PSIM Jogja Liana Tasno Berharap Derby DIJ Digelar dengan Penonton

 Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menambahkan, pada tahun ini ada target 500 bentor yang bisa dikonversi. Kemudian di 2027 mendatang populasi bentor yang mencapai 900 unit bisa diganti seluruhnya dengan becak listrik.

Politisi berlatar belakang pengusaha itu menyatakan, menciptakan ekosistem kota yang ramah lingkungan di zaman sekarang tidak bisa hanya menjadi sekedar rencana. Namun harus menjadi sebuah kewajiban demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang berkelanjutan melalui peningkatan kualitas lingkungan niremisi.

“Pariwisata yang niremisi merupakan strategi untuk menciptakan nilai tambah bagi industri pariwisata Jogja," ujar Wawan.

Baca Juga: Pria Nekat Menceburkan Diri ke Sungai Progo Ditemukan dalam Keadaan Meninggal

Selain melalui konversi bentor menjadi becak listrik. Jalinan kerjasama dengan berbagai pihak untuk membantu peningkatan infrastruktur kendaraan listrik juga telah dibentuk. Misalnya dengan PT PLN Persero. Menurutnya, infrastruktur kendaraan listrik memang harus terus ditingkatkan. 


Sebab perilaku wisatawan saat ini sudah mulai beralih menggunakan kendaraan nir emisi. Sehingga pemkot juga sangat membuka luas kerjasama dengan sektor usaha untuk ikut memperbanyak infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

Baca Juga: PSIM Jogja Akan Upgrade Staf Kepelatihan Tim, Kemungkinan Tambah Asisten atau Staf Pelatih


Wawan menyatakan, bahwa kolaborasi merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan Kota Jogja yang semakin diminati wisatawan. Sebab pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Apalagi di tengah kebijakan efisiensi yang membuat anggaran untuk program pemerintah semakin terbatas.

“Kami mengakui tantangan pengembangan kendaraan listrik ini masih berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Karena itu, ini perlu kerjasama dalam percepatan pembangunan,” tegas Wawan.

Editor : Heru Pratomo
#hut ke-79 pemkot jogja #Kendaraan Listrik #betor #Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo