JOGJA - Gelombang tuntutan dari para suporter PSIM Jogja terkait kejelasan status Stadion Mandala Krida terus bergelora. Wadah suporter yang tergabung dalam Guyub Seni (GS) Mataram bahkan telah melancarkan aksi rupa lewat mural serentak di berbagai sudut kota.
Bukan tanpa alasan aksi itu masif disuarakan. Sebab, ada kerinduan mendalam dari belasan ribu pencinta Laskar Mataram untuk melihat tim kebanggaannya kembali merumput dan bergemuruh di rumah sendiri, Stadion Mandala Krida.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno mengatakan jika sebenarnya pihak manajemen tidak tinggal diam dan terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah setempat terkait urusan Stadion Mandala Krida itu.
"Kami (PSIM) sebagai klub, intens untuk berkomunikasi dan menanyakan progres tersebut. Mungkin kalau mau menanyakan tentang status, langsung ditanyakan saja kepada pemerintah setempat," ungkapnya, Rabu (3/6).
Meski status hukum stadion itu sempat menjegal langkah PSIM Jogja untuk berkandang di sana, akan tetapi wanita yang akrab disapa Liana ini mengaku tetap mengapresiasi komitmen penuh dari jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Sebab menurutnya, ada upaya mati-matian yang ditunjukkan demi nasib PSIM Jogja.
"Jadi Pak Hasto (Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo) itu, di depan mata saya langsung meyakinkan anggota-anggota DPRD setempat untuk bisa menganggarkan lampu untuk Mandala Krida," tuturnya.
Persoalan utama Stadion Mandala Krida saat ini memang tertuju pada infrastruktur lampu stadion yang belum memadai untuk standar kompetisi modern.
Ironisnya, proses pembenahan ini sempat tersandera karena status fisik stadion yang sempat masuk dalam perkara hukum."Jadi banyak perihal yang memang mungkin dari pemerintah itu harus meluruskan," tutur Liana.
Saat disinggung mengenai janji dan skema pemasangan lampu yang dilempar oleh Hasto Wardoyo, Liana yakin bahwa komitmen Pemkot Jogja itu tetap berjalan konkret di balik layar.
Baca Juga: Aturan TPP PNS Kulon Progo Dirombak, Prestasi Kerja Hingga Media Sosial OPD Jadi Indikator Penentu
"Jadi bukan lip service saja. Saya lihat itu benar-benar membuktikan lewat tindakan. Dia selalu mengusahakan yang terbaik untuk PSIM Jogja," tandasnya.
Sebelumnya, Sekprov DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut soal status hukum Stadion Mandala Krida Pemprov DIJ telah melayangkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kaitannya dengan status dan rekomendasi rencana renovasi Stadion Mandala Krida.
Atas surat tersebut, KPK juga telah mengirimkan surat balasan. "(Renovasi) bisa dilakukan sepanjang ada kajian teknis yang dilaporkan ke KPK, tapi ini kan masalahnya di anggaran," ucapnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo