Penyampaian deklarasi penolakan kekerasan di kampus pada Senin (25/5). (Dokumentasi UPN Veteran Yogyakarta)
SLEMAN - Sivitas akademika Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta yang terdiri dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menyatakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus. Hal ini disampaikan dalam deklarasi pernyataan sikap yang digelar pada Senin (25/5) di masing-masing fakultas.
Deklarasi hari ini disampaikan oleh sivitas akademika di Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik Industri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sementara Fakultas Teknologi Mineral dan Energi akan menyusul pada esok hari, Selasa (26/5). Dalam pernyataan sikap ini sivitas akademika menyampaikan komitmen menolak keras segala bentuk kekerasan seksual dan segala bentuk kekerasan verbal dan perundungan.
“Kami tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun kejahatan seksual di lingkungan kampus. Baik dilakukan secara fisik, non-fisik, maupun melalui media digital,” tegas Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Januar Eko Prasetio dalam keterangan resmi Senin (25/5).
Sivitas akademika UPN Veteran Yogyakarta juga menolak perilaku anarkis dan vandalisme serta menyatakan komitmen penegakan hukum dan sanksi tegas terhadap segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis. Mereka juga berkomitmen untuk menyediakan layanan pengaduan dan pendampingan bagi korban kekerasan melalui kerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
“Fakultas Pertanian menyatakan sikap untuk melakukan evaluasi tata kelola kelembagaan guna mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus,” ujar Dekan Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta Budi Widayanto.
Surat pernyataan sikap tersebut kemudian ditandatangani oleh perwakilan dosen, tendik, dan mahasiswa. Beberapa alumni pada masing-masing fakultas juga ikut mengawal pelaksanaan deklarasi yang berlangsung secara hikmat dan lancar. Pernyataan sikap ini sekaligus menjadi seruan moral bagi seluruh sivitas akademika untuk tidak bersikap apatis terhadap isu kekerasan. Agar nantinya seluruh elemen bisa berperan aktif menciptakan lingkungan kampus yang aman, bermartabat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Dalam momen ini seluruh elemen kampus juga menyatakan keprihatinan mendalam atas berbagai peristiwa yang mencederai rasa aman di lingkungan pendidikan. UPN Veteran Yogyakarta menegaskan bahwa kampus harus menjadi tempat yang aman untuk tumbuh dan berkembang. Agar nantinya setiap individu merasa dihargai, dilindungi, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (del)