Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Dikaji! Pemprov DIY Bakal Siapkan KRL hingga Maguwo Urai Kepadatan Penumpang KA Bandara yang Terpusat di Stasiun Tugu

Fahmi Fahriza • Kamis, 21 Mei 2026 | 19:36 WIB
PECAH KEPADATAN: Pemprov DIY berencana tambah pengembangan layanan KRL hingga Maguwo untuk mengurai kepadatan penumpang KA Bandara di Stasiun Tugu Jogja. Fahmi Fahriza/Radar Jogja

 
PECAH KEPADATAN: Pemprov DIY berencana tambah pengembangan layanan KRL hingga Maguwo untuk mengurai kepadatan penumpang KA Bandara di Stasiun Tugu Jogja. Fahmi Fahriza/Radar Jogja  

JOGJA - Pemprov DIY mendorong pengembangan layanan KRL hingga Maguwo untuk mengurai kepadatan penumpang di Stasiun Tugu Jogja yang terus meningkat akibat dominasi pengguna kereta menuju dan dari YIA.

Langkah ini dinilai lebih realistis karena cukup dilakukan dengan penambahan frekuensi KRL tanpa pembangunan infrastruktur baru besar-besaran.

"Ini sebenarnya sangat simpel. Menurut kami itu tidak perlu nambah emplacement sendiri untuk kereta bandara. Tinggal KRL yang sekarang ditambah frekuensinya saja," kata Sekprov DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kamis (21/5/2026).

 Baca Juga: Sebanyak 40 Anggota DPRD Gunungkidul Ikuti Bimtek Penguatan Fungsi Anggaran dan Pengawasan

Meski begitu, Made sapaan akrabnya itu menjelaskan, pengembangan layanan KRL ke arah YIA melalui Maguwo masih memerlukan kajian lanjutan. Termasuk integrasi lintasan dan pengembangan kawasan park and ride di sekitar simpul transportasi tersebut.

"Nanti kita diskusikan lebih konkret lagi supaya ini tidak sekadar wacana tapi sesuatu yang menurut kami, yakin-lah ini bisa direalisasikan," ujarnya.

Diakuinya, kepadatan penumpang di Stasiun Tugu saat ini memang sudah perlu dipecah, terutama ketika terjadi lonjakan penumpang saat long weekend maupun agenda besar di pusat Kota Jogja.

"Oh iya, kita harus memecah kepadatannya," katanya saat ditanya soal perlunya membagi titik beban penumpang dari Stasiun Tugu.

Baca Juga: Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Rampung, Warga Windusari dan Bandongan Tak Lagi Bergantung Jalur Sungai

Dia menyebut, seluruh mobilitas penumpang tidak harus terpusat di tengah kota. Dengan penguatan layanan di Maguwo, diharapkan penumpang nantinya dapat memilih titik transit alternatif sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah tujuan masing-masing.

"Kalau memang di tengah kota ada kegiatan, ya silakan naik dari Maguwo. Jadi tidak semua orang harus ke tengah kota," ucapnya.

Hal senada disampaikan Direktur Sistem dan Layanan Integrasi Ditjen Integrasi Transportasi Multimoda Kementerian Perhubungan Amirullah. Dia menilai, kawasan Maguwo memiliki potensi besar berkembang menjadi transit oriented development (TOD) baru di DIY.

"Maguwo masih transport hub, dan saya yakin ke depannya akan jadi TOD. Kami sarankan dibuat kajian soal implementasi hal tersebut," kata Amirullah.

Baca Juga: Keren! Skor SPM Pendidikan Kota Jogja Peringkat Pertama se-Indonesia, Ini Kata Hasto Wardoyo

Ia mengungkapkan, 67,97 persen  penumpang pesawat yang tiba di YIA saat ini melanjutkan perjalanan menggunakan kereta bandara dan turun di Stasiun Tugu.

Kondisi itu dinilai memunculkan titik kepadatan baru di pusat Kota Jogja. Sehingga, pengembangan simpul transit di Maguwo diklaim dapat menjadi solusi untuk mendistribusikan arus penumpang agar tidak seluruhnya menumpuk di kawasan Tugu.

"Kalau bisa turun di Maguwoharjo kan bisa memecah kepadatan tidak hanya di area Stasiun Tugu Jogja saja," tambahnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Penumpang KA Bandara #Pemprov DIY #stasiun tugu #Maguwo #KRL