SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Sepanjang Rabu (14/5/2026), gunung api ini mencatat 138 kali guguran lava dan 1 kali awan panas guguran, dengan jarak luncur lava mencapai 2.000 meter ke arah barat daya.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, pengamatan periode 00.00–24.00 WIB menunjukkan visual gunung jelas hingga berkabut. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tipis dengan tinggi mencapai 150 meter di atas puncak kawah.
Detail aktivitas kegempaan Merapi 14 Mei 2026:
Awan Panas Guguran: 1 kejadian (amplitudo 92 mm, durasi 153,15 detik)
Guguran Lava: 138 kali (amplitudo 2–34 mm, durasi 34,75–198,89 detik)
Hybrid/Fase Banyak: 70 kali
Tektonik Jauh: 2 kali
BPPTKG mencatat teramati 26 kali guguran lava mengarah ke Barat Daya, masuk ke Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Baca Juga: Mumpung Ada Waktu Luang karena Libur Panjang Dipakai Warga Kota Magelang Urus Adminduk
Cuaca di sekitar Merapi berawan hingga hujan dengan angin bertiup tenang ke arah selatan, utara, dan timur. Suhu udara berkisar 18,1–26°C.
Potensi Bahaya Saat Ini Menurut rekomendasi BPPTKG, bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas guguran pada:
Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km.
Sektor Tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol maksimal 5 km.
Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif berpotensi mencapai radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apapun di dalam daerah potensi bahaya tersebut. Kewaspadaan terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) harus ditingkatkan, terutama saat hujan deras di sekitar Gunung Merapi. Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," jelas laporan BPPTKG.
Rekomendasi BPPTKG juga menekankan agar masyarakat mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG/BPPTKG. Tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan signifikan.
Gunung Merapi (2.968 mdpl) berada di wilayah Kabupaten Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah). (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin