JOGJA – Pemkot Jogja bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati. Setelah kebijakan larangan masuk dan parkir bus pariwisata di TKP Senopati. Pemkot akan mengoptimalkan kawasan tersebut sebagai pangkalan resmi andong dan becak.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho menyebut, kebijakan ini untuk merespons tingginya minat wisatawan menuju kawasan Jeron Beteng.
Menurut dia, setelah tidak ada aktivitas parkir bus pariwisata, TKP Senopati tetap dimanfaatkan oleh wisatawan. Kini banyak diakses kendaraan pribadi maupun Elf. Karena daya dukung parkir di dalam Jeron Beteng terbatas.
Baca Juga: BPBD DIY Ajukan Perpanjangan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Hingga 15 Mei
”Kami siapkan TKP Senopati untuk pemberhentian becak dan andong sebagai moda lanjutan," jelasnya, Minggu (3/5).
Area yang disiapkan berada di sebelah utara dan selatan bangunan toilet kaca bawah tanah, serta di antara parkir tengah dan barat. Lokasi tersebut akan dilengkapi dengan marka dan papan informasi bertuliskan 'order here' untuk memudahkan wisatawan.
"Masyarakat atau wisatawan yang ingin ke Jeron Beteng atau kulineran di Pasar Ngasem bisa langsung naik dari sana," kata Agus.
Baca Juga: Kementan Optimalkan Produktivitas Brigade Pangan Aceh Timur dengan Alsintan
Terkait kapasitas TKP Senopati secara statis atau satuan ruang parkir (SRP), area tersebut mampu menampung sekitar 10 andong dan 30 becak dalam satu waktu.
Dengan sistem perputaran selama 12 jam operasional, kapasitas harian dapat mencapai 60 andong dengan asumsi turnover dua jam, dan lebih dari 200 becak dengan rata-rata ngetem satu jam.
Dishub juga berencana memperkuat citra pariwisata sesuai arahan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, kusir andong dan pengemudi becak akan diarahkan mengenakan pakaian khas, seperti lurik. (pra)
Editor : Heru Pratomo