JOGJA - Tempat penitipan anak Little Aresha yang terletak di Jalan Pakel Baru Utara, No 27, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja disegel polisi, Jumat (24/4) sore. Diduga terkait dugaan kasus penganiayaan pada anak-anak di sana.
Seorang warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, kasus ini baru terkuak pada hari Jumat sore. Katanya para guru yang ada di penitipan anak tersebut melakukan kekerasan dengan menelanjangi anak-anak yang ada di dalam daycare tersebut.
"Katanya anak-anak ditali dan ditelanjangi sampai kedinginan. Saya tadi gak boleh masuk hanya Pak RT yang masuk," katanya, Jumat (24/4) malam.
Sementara, salah satu wali murid berinisial HF menceritakan, keponakannya yang kini berusia sekitar 3,5 tahun sempat menunjukkan gelagat ketakutan yang luar biasa meski baru satu hari masuk di Little Aresha. Saat itu, pihak keluarga berencana menitipkan sang anak karena sang ibu harus bertugas ke Jayapura selama satu tahun.
"Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, enggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana," ucapnya.
HF melanjutkan, saking takutnya sang keponakan, pihak keluarga sampai harus melakukan berbagai cara untuk membujuknya.
Mulai dari diajak berkeliling jalan-jalan terlebih dahulu hingga dibelikan mainan, namun sang anak tetap menolak keras untuk menginjakkan kaki di daycare tersebut.
"Katanya miss-nya (guru) galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar," cetusnya.
Kecurigaan keluarga semakin memuncak setelah mendengar kabar yang beredar mengenai adanya tindakan fisik yang dialami oleh anak-anak lain di tempat tersebut.
Baca Juga: Kesadaran Kesehatan Mental Masyarakat Meningkat, Perasaan Malu dan Rikuh 'Berobat' Mulai Terkikis
HF menyebut, dirinya mendapatkan informasi bahwa ada anak yang diduga sempat diikat tangannya oleh oknum di penitipan anak tersebut.
"Saya langsung konfirmasi ke kakak saya yang di Jayapura, ternyata memang ada kabar medsos seperti itu. Pantas saja dulu keponakan saya traumanya luar biasa," jelasnya.
Meski pada keponakannya sendiri tidak ditemukan luka lebam secara fisik, namun HF menyebut jika secara psikis anak tersebut mengalami trauma mendalam.
Alasan keamanan dan kemudahan pantauan keluarga akhirnya membuat pihak keluarga memindahkan sang keponakan ke sekolah lain di daerah Rejowinangun.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar Jalan Pakel Baru Utara masih ada warga dan pihak-pihak yang ingin mengonfirmasi kejadian tersebut.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Little Aresha terkait tudingan kekerasan dan isu anak diikat yang kini tengah menjadi perbincangan hangat tersebut. (ayu).
Editor : Heru Pratomo